RADARSOLO.COM - Hujan deras yang mengguyur Klaten pada Selasa (5/3) sore, mengakibatkan banjir di Jalan Bayat-Cawas, Desa Beluk, Kecamatan Bayat.
Banjir di Jalan Bayat-Cawas mencapai setinggi 50 cm.
Disebabkan selokan air di yang tidak bisa menampung air, sehingga meluber ke jalan.
Air banjir juga masuk ke rumah warga hingga warung di sekitar Jalan Bayat-Cawas.
Termasuk ada sejumlah kendaaran motor maupun mobil yang macet ketika nekat melintas.
"Hujannya sudah terjadi sejak pukul 14.00. Tapi air masuk ke rumah sekira pukul 16.00. Memang sudah langganan kalau hujan deras pasti banjir," jelas warga Desa Beluk, Bayat, Purwadi, 55.
Diakui Purwadi, peristiwa banjir bisa terjadi beberapa kali dalam setahun. Di mana air juga masuk ke rumah warga.
"Sebenarnya ya sudah ada selokan. Tapi tidak bisa menampung air hingga akhirnya meluap," ujar Purwadi.
Sementara itu, salah satu pemilik warung mie ayam dan bakso, Wanto, 50, mengungkapkan, air masuk ke warungnya pukul 16.00.
Dia pun terpaksa tutup warung lebih awal, dari biasanya buka hingga pukul 21.00.
"Depan warung memang sudah banjir. Tapi tidak tahu kalau sudah ada air yang masuk dari belakang. Padahal ada pembeli yang datang," jelas Wanto.
Wanto mengaku mengalami kerugian akibat banjir tersebut.
Karena dia terpaksa tutup warung lebih awal, dari biasanya buka hingga pukul 21.00.
Jika biasanya dia bisa mengantongi pendapatan Rp 500 ribu. Tetapi kali ini hanya mendapatkan Rp 160 ribu.
"Memang sudah langganan banjir karena selokan dari belakang tidak muat menampung air. Saya harap ke depan selokan ini bisa diperlebar lagi," ujar Wanto.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Radarsolo.com hingga pukul 19.00, banjir di Jalan Bayat-Cawas mulai menyusut, seiring hujan yang reda.
Tampak sejumlah warga di sepanjang ruas jalan tersebut tengah membersihkan rumah dan warung masing-masing dari kotoran dan sisa banjir. (ren/ria)
Editor : Syahaamah Fikria