RADARSOLO.COM - Kabar gembira untuk masyarakat Klaten, karena kegiatan pasar murah yang sediakan sejumlah bahan pokok dengan harga miring, masih akan digelar hingga bulan Ramadhan.
Pasar murah itu digelar oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemkab Klaten bersama Bulog Cabang Solo.
Bupati Klaten Sri Mulyani menjelaskan, pasar murah yang masuk dalam Gerakan Pangan Murah itu digelar secara bergiliran di 26 kecamatan.
Dipusatkan pada satu desa di setiap kecamatan.
“Sampai saat ini sudah ada sekira 13 sampai 15 desa. Ini masih terus berlangsung,” jelas Sri Mulyani.
Sesuai jadwal, kegiatan pasar murah dilaksanakan mulai 23 Februari hingga 3 April 2024.
Sehingga saat memasuki bulan Ramadhan, program tersebut masih bergulir.
“Kalau pun nanti sudah selesai dan masih ada kemampuan, ya tetap digelar,” ujar Mulyani.
Pada pelaksanaan pasar murah di Klaten, masing-masing kecamatan dijatah 300 paket.
Satu paket berisi 5 kg beras, 1 liter minyak goreng dan 1 kg gula pasir, yang bisa ditebus dengan harga murah Rp 81.000.
Dengan harga itu, masyarakat bisa menghemat hingga Rp 20.000 jika membeli produk yang sama di pasaran.
Diakui Mulyani, hampir dua pekan digelar pasar murah, dampaknya sudah mulai terlihat.
“Dampaknya harga gabah kering saat ini mulai turun. Selain itu, stok pangan di Klaten tetap aman,” ucapnya.
Bupati pun memastikan, stok beras di Klaten hingga kini masih tersedia.
Bahkan untuk ketersediaan pangan hingga Idul Fitri mendatang masih aman.
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Radarsolo.com dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, setiap bulan ada panen padi di Klaten.
Adapun estimasi luas panen pada Februari-April di Klaten mencapai 22.201 hekatre (ha).
Rinciannya, luas panen 4.172 hektare digelar pada Februari, 6.550 hektare pada Maret, dan 11.479 hektare pada April.
Dari luas lahan panen itu, estimasi produksi yang dihasilkan yakni 16.025 ton beras pada Februari, 25.389 ton beras pada Maret dan 44.692 ton beras pada April.
Jika ditotal, selama tiga bulan produksi beras menghasilkan hingga 86.106 ton.
Sementara itu, untuk kebutuhan rata-rata konsumsi beras di Klaten per bulan sekira 9.500 ton atau 28.500 ton untuk tiga bulan.
Artinya, produksi beras di Klaten surplus mencapai 57.603 ton.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Widiyanti juga memastikan, stok pangan di Klaten masih terjaga.
“Insyaallah untuk ketersediaan aman sampai Idul Fitri,” tandas Widiyanti. (ren/ria)
Editor : Syahaamah Fikria