RADARSOLO.COM- Duel di Desa Jetis, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Selasa (19/3/2024) berujung maut.
Perkelahian tersebut melibatkan dua peternak bebek.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo di lokasi kejadian, kasus ini bermula saat T, peternak bebek menggembalakan bebek di lahan persawahan Desa Jetis.
T duduk di jok sepeda motor sambil menunggui bebeknya mencari makan di sawah.
Tiba-tiba datang S. Sesama peternak dengan mengendarai sepeda motor.
Begitu turun dari sepeda motor, warga Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten itu menghampiri T.
Entah apa yang terjadi, T dan S terlibat cekcok. Kemudian S menyikut T hingga terjatuh di lahan persawahan.
Perkelahian tak terhindarkan. Keadaan berbalik. S babak belur dengan luka di bagian kepala.
Dia lalu pula mengadukan kejadian tersebut kepada W, kakaknya. Lalu W dan S mendatangi T di lokasi semula.
Kemudian W mengambil kayu untuk melawan T. Perkelahian keduanya sempat dilerai warga setempat.
Tetapi saat berduel, W mengalami luka di bagian belakang kepala hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sedangkan T langsung meninggalkan lokasi setelah kejadian tersebut.
“Saya minta tolong ke warga. Teriak-teriak. Lalu ada yang datang untuk melerai,” terang Susana Sri Daryanto, 51, salah seorang saksi.
Pemilik warung bakso dan mi ayam tak jauh dari lokasi dual itu mengungkapkan, W sempat tergeletak tepat di depan warungnya dalam kondisi masih bernapas.
Sebelum akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Yulianus Dica Ariseno Adi mengungkapkan, pihaknya masih mendalami duduk perkara duel antara peternak bebek.
“Pihak keluarga korban menyetujui dilakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Sleman, Polda DIJ,” ujar Yulianus.
“Termasuk mengamankan sejumlah barang bukti berupa balok kayu. Adik korban (S) kami bawa ke polres diminta keterangan,” lanjut kasat reskrim. (ren/bun)
Editor : Tri Wahyu Cahyono