RADARSOLO.COM – Harga kebutuhan pokok, khususnya beras di pasar tradisional Klaten turun dalam satu minggu terakhir. Berbanding terbalik dengan harga cabai dan sayuran yang justru giliran merangkak naik pada Ramadhan kali ini.
Salah seorang pedagang sembako di Pasar Srago, Kelurahan Mojayan, Klaten Tengah, Menik menjelaskan, harga beras kualitas medium yang sebelumnya Rp 16 ribu per kg menjadi Rp 15 ribu per kg.
“Penurunan harga beras ini karena faktornya mulai ada panen padi,” jelas Menik, Kamis (21/3/2024).
Sementara itu, penurunan harga juga terjadi pada komoditas pangan, yakni telur. Dari sebelumnya Rp 31 ribu per kg menjadi Rp 30 ribu per kg.
“Harga telur ini sebenarnya fluktuatif. Harganya saat ini turun, lalu bisa naik lagi nanti. Tapi kenaikannya melebihi saat penurunan, jadi cenderung naik. Untuk harga cabai juga naik,” jelas Menik.
Sementara itu, salah satu pedagang sayur di Pasar Srago, Klaten, Parni mengatakan, harga cabai rawit per Senin (18/3) naik menjadi Rp 50 ribu per kg.Dari sebelumnya pada kisaran Rp 20 ribu-Rp 30 ribu per Kg. Sedangkan untuk harga cabai keriting merah saat ini Rp 50 ribu per kg.
“Kenaikan juga terjadi pada sayuran seperti harga brokoli dari sebelumnya Rp 20 ribu per Kg kini menjadi Rp 30 ribu per kg. Untuk pare juga naik jadi Rp 14 ribu per kg dari sebelumnya Rp 10 ribu per kg,” jelas Parni.
Sementara itu, Parni menambahkan, untuk harga tomat Rp 30 ribu per kg dari sebelumnya Rp 28 ribu per kg. penyebabnya karena tanamannya banyak yang mati.
Khusus untuk harga daging ayam potong, salah seorang pedagang di Pasar Srago, Klaten Sri Mulyani, 51, mengungkapkan, saat ini berkisar Rp 36 ribu per kg. Harga itu turun dibandingkan sebelum Ramadhan atau saat masih sadranan.
“Sebelumnya untuk harganya Rp 38 ribu per kg. Mulai turun pada hari kedua atau ketiga Ramadhan,” ujar Sri.
Lebih lanjut, Sri memprediksi untuk harga daging ayam potong kembali naik saat mendekati Lebaran. Terutama mulai H-10 Lebaran. Meski saat ini harga beberapa kebutuhan pokok di pasar tradisional mengalami penurunan.
Terkait permintaan daging ayam potong selama ramadhan, Sri mengungkapkan belum menunjukan tren peningkatan. Padahal pelanggannya didominasi dari pemilik warung makan di Klaten. Rata-rata dirinya bisa menjual 500 kg sampai 700 kg daging ayam.
“Kalau permintaan sekarang sedikit. Ya mungkin dari warung pembelinya belum banyak,” jelas Sri. (ren/nik)
Editor : Niko auglandy