Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ini 4 Aspek Strategis Pokok-Pokok Pikiran DPRD Klaten yang Disampaikan dalam Musrenbang

Angga Purenda • Jumat, 29 Maret 2024 | 20:59 WIB
Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menyampaikan pokok-pokok pikiran DPRD dalam Musrenbang yang digelar di Grha Bung Karno, Rabu (27/3/2024).
Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menyampaikan pokok-pokok pikiran DPRD dalam Musrenbang yang digelar di Grha Bung Karno, Rabu (27/3/2024).

RADARSOLO.COM-DPRD Klaten menyampaikan pokok-pokok pikiran dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang) di Grha Bung Karno, Rabu (27/3/2024).

Melalui pokok-pokok pikiran itu diharapkan dapat mendukung pencapaian visi Kabupaten Klaten, yakni maju, mandiri dan sejahtera.

Pokok-pokok pikiran tersebut disampaikan Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Diharapkan dapat juga mendukung dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045 dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2025.

“Pokok-pokok pikiran DPRD merupakan dokumen yang disusun berdasarkan risalah rapat kerja dan rapat dengar pendapat antara DPRD Klaten dengan jajaran pemerintah daerah,” kata Hamenang.

“Termasuk hasil serap aspirasi masyarakat serta monitoring, studi komparasi dan kunjungan kerja anggota DPRD yang kemudian dirumuskan menjadi dokumen strategis,” lanjutnya.

Menurut Hamenang, pokok-pokok pikiran DPRD itu digunakan sebagai pedoman dan arahan pelaksanaan pembangunan daerah.

Harapannya agar tidak lepas dari perwujudan visi dan misi pembangunan daerah.

Termasuk menjadi pertimbangan dalam merumuskan pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan daerah serta program prioritas.

Ada pun pokok-pokok pikiran DPRD Klaten merumuskan beberapa program prioritas pembangunan daerah ke dalam empat apsek.

Diawali dari aspek kesejahteraan sosial, penekanan pada penurunan tingkat kemiskinan dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarkat.

Begitu juga peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyrakat.

“Penekanan pada tingkat pengangguran terbuka, melalui penumbuhkembangan wirsausaha baru hingga penyiapan kapasitas kompetensi tenaga kerja,” terang Hamenang.

“Ditambah peningkatan pemerataan kualitas pendidikan melalui penyelenggaraan pendidikan non formal, peningkatan sarana-prasaran pendidikan dan pemerataan pendidik,” kata dia.

Photo
Photo

Sementara itu, pada aspek pelayanan umum, penekanan pada peningkatan kualitas dan kuantitas layanan kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan sarana-prasarana.

Kemudian pemerataan kualitas dan kuantitas infrastruktur daerah baik di tingkat kabupaten hingga desa.

Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik seperti layanan perizinan, administrasi kependudukan hingga layanan persampahan dan air bersih.

“Untuk aspek daya saing daerah dengan penekanan pada peningkatan iklim investasi daerah melalui kemudahan akses perizinan, penciptaan kondusivitas keamanan dan ketertiban daerah,” tutur Hamenang.

“Perlunya pengambang sektor-sektor perdagangan, pariwisata, klaster UMKM dan industri yang dapat mendukung pengembangan ekonomi daerah,” lanjut dia.

Pada aspek yang sama, penguatan ketahanan pangan daerah melalui sektor pertanian dan perikanan dengan peningkatan kualitas dan kuantitas hasil produksi juga menjadi penekanan.

Begitu juga pengembangan dan penguatan produk unggulan daerah sebagai brand image dan trademark Kabupaten Klaten.

Termasuk penciptaan dan pengembangan inovasi yang dapat mengungkit kapasitas pembangunan.

Diharapkan pula daerah mampu mendorong terciptanya ekonomi berbasis kerakyatan.

Disamping melakukan peningkatan kualitas dan kompetensi SDM yang mampu bersaing dalam era dan tantangan kedepan.

Sementara itu, untuk aspek keempat terkait pemberdayaan masyarakat, dengan penekanan pada peningkatan dan penguatan kearifan lokal.

Melalui pengembangan sosial budaya masyarakat dan potensi lokal. Seperti mengoptimalkan potensi destinasi wisata di Klaten.

Hal lain, yang perlu ditekankan pada aspek tersebut yakni peningkatan dan penguatan kelembagaan masyarakat melalui pemberian pelatihan keterampilan, bantuan sosial dan pengembangan usaha produktif lainnya.

“Pokok-pokok pikiran ini kami sampaikan dengan harapan untuk lebih meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah pada 2025,” ucap Hamenang.

“Guna terwujudnya pembangunan daerah sesuai dengan RPJMD 2021-2026. Selanjutnya bisa dijabarkan oleh pemerintah daerah ke dalam rumusan arah kebijakan, proritas pembangunan serta program dan kegiatan yang selaras dengan visi-misi pembangunan Klaten,” beber ketua DPRD Klaten. (ren/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Hamenang Wajar Ismoyo #RKPD #Pokok pikiran #musrenbang #Pembangunan #dprd klaten #RPJPD #ketua dewan