RADARSOLO.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten menyiapkan 64 armada ambulans untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran kali ini. Termasuk menyiapkan 190 personel yang disiagakan ketujuh pos kesehatan.
Meliputi pos kesehatan di Prambanan, Alun-alun Klaten, Delanggu, Jatinom, Terminal Ir Soekarno, exit tol Ceper, dan exit tol Ngawen.
“Kami menyatakan kesiapsiagaan, baik tenaga kesehatan maupun ambulansnya. Terlebih lagi sudah dilaksanakan ramp check oleh Dinas perhubungan Klaten. Dinyatakan 64 armada ambulans yang kami siapkan, semuanya dalam kondisi layak pakai,” jelas Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto dalam apel ambulans di halaman Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (2/4/2024).
Lebih lanjut, Anggit menjelaskan, seluruh 64 ambulans yang disiapkan itu telah dilengkapi dengan berbagai sarana prasarana untuk mendukung penanganan kegawatdaruratan. Saat arus mudik hingga balik lebaran untuk ambulans akan disiagakan selama 24 jam penuh.
Ada pun mobil ambulans itu berasal dari puskesmas, klinik maupun rumah sakit yang ada di Klaten.
“Pengecekan dilakukan secara menyeluruh. Berikut dengan kelengkapan kegawatdaruratan yang siap digunakan,” ujar Anggit.
Dinkes Klaten juga menyiapkan petugas dan aplikasi Matur Dokter yang kini bisa diakses berbasis website oleh para pemudik. Selain melayani kegawatdaruratan hingga penyediaan ambulans juga menampilkan berbagai informasi kesehatan. Seperti daftar klinik, puskesmas, rumah sakit, apotek hingga stok darah di PMI Klaten.
Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani sempat mengecek sejumlah armada ambulans yang terparkir di halaman Pendapa Pemkab Klaten dalam apel ambulans. Didampingi oleh Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto dan jajaran lainnya.
“Saya harapkan para petugas saat bertugas untuk tetap menjaga kesehatannya masing-masing. Termasuk mengecek seluruh sarana-prasarana pada ambulans. Untuk memastikan layak dan siap digunakan,” ujar Mulyani.
Lebih lanjut, Mulyani mengungkapkan, kesiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tidak hanya pada petugas kesehatan saja. Tetapi kondisi dari seluruh armada ambulans yang digunakan juga perlu diperhatikan.
“Termasuk dipastikan juga untuk sopir mobil ambulans ini ada tidak? Jangan sampai kejadian viral (terkait ambulans) terulang kembali. Saya harapkan masyarakat dapat mudik ke Klaten dengan aman dan nyaman,” ujar Mulyani. (ren/nik)
Editor : Niko auglandy