RADARSOLO.COM - Melonjaknya harga beberapa kebutuhan pokok menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.
Untuk memastikan kestabilan harga kebutuhan pokok dan ketersediaan dan keamanan pangan selama Lebaran, tim pemkab dan Polres Klaten melakukan pengecekan ke Pasar Gedhe Klaten pada Selasa (2/4/2024).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten melakukan uji keamanan pangan pada sejumlah produk yang dijual di pasar tradisional.
Ditemukan dua jenis produk yang mengandung formalin yakni pada teri nasi dan cumi kering sehingga tidak baik untuk dikonsumsi.
“Kami minta pedagang tidak menjualnya kembali. Bersama satgas dari kepolisian terus melakukan edukasi kepada pedagang. Termasuk kepada pembeli agar mengkonsumsi pangan yang lebih aman,” jelas Kepala Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, Rabu (3/4/2024).
Baca Juga: Sidak Makanan di Toko Modern dan Pasar Tradisional, Tim Pengawasan Pangan Solo Temukan Ini
Lebih lanjut, Anggit meminta warga Klaten agar menghindari produk makanan dengan warna yang begitu mencolok. Mengingat dikhawatirkan mengandung pewarna berbahaya seperti boraks.
Dinkes lebih menyarankan agar membeli produk makanan yang segar untuk dikonsumsi.
“Untuk sayuran yang dikhawatirkan mengandung pestisida yang cukup tinggi, setelah dilakukan pengecekan ternyata aman untuk dikonsumsi. Begitu juga untuk produk kerupuk singkong di Pasar Gedhe juga tidak berbahaya,” tambah Anggit.
Secara keseluruhan dari uji keamanan pangan yang dilakukan dinkes di Pasar Gedhe Klaten hanya ada dua temuan itu saja. Selebihnya, produk lainnya yang dijual di pasar tradisional di tengah Kota Klaten dipastikan keamanannya.
Pengawasan terhadap produk pangan yang dilakukan dinkes terus diintensifkan selama Lebaran kali ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Klaten Anang Widjatmoko mengungkapkan, setelah penemuan dua produk pangan yang mengandung formalin langsung koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Wilayah 1 untuk melakukan pencegahan. Terutama meminta pedagang untuk tidak menjual kedua produk tersebut.
“Kami apresiasi kepada jajaran Dinkes Klaten yang sudah melakukan uji keamanan pangan di Pasar Gedhe Klaten. Pada prinsipnya dua produk itu saja yang tidak boleh dijual. Hanya pada pedagang tertentu saja,” ujar Anang.
Anang mengungkapkan, jelang Lebaran, untuk Pasar Gedhe Klaten mulai menjadi tujuan utama untuk membeli berbagai kebutuhan.
Harapannya warga yang sudah menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dan membelanjakan ke pasar tradisional di Kecamatan Klaten Tengah itu terus meningkat.
Bupati Klaten Sri Mulyani mengungkapkan, masih ada beberapa pedagang di Pasar Gedhe Klaten untuk diberikan sosialisasi agar tidak menjual produk pangan yang mengandung bahan berbahaya. Meski begitu, secara keseluruhan masih aman.
“Tetap hati-hati dalam memilih makanan. Cermati betul apa yang kita beli dan yang akan kita konsumsi,” jelas Mulyani.(ren/bun)