Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tol Solo-Jogja Mulai Beroperasi 5 April Besok, Bakal Terapkan Sistem Buka Tutup

Angga Purenda • Kamis, 4 April 2024 | 01:50 WIB

 

 

Penampakan Tol Solo-Jogja ruas Karanganom, Klaten.
Penampakan Tol Solo-Jogja ruas Karanganom, Klaten.

RADARSOLO.COM – Kebijakan buka tutup bakal diberlakukan di Tol Solo-Jogja pada arus mudik dan balik Lebaran ini. Hal itu dilakukan apabila terdapat 1.000 kendaraan per jam yang masuk ke tol dan berturut-turut selama tiga jam. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya kemacetan di exit tol menuju jalan arteri.

“Kalau sudah 1.000 kendaraan berturut-turut selama tiga jam maka jalan tol fungsional akan kami tutup. Pengendalinya dari Colomadu yang menjadi tanggungjawab Polres Karanganyar. Nanti kami dari Polres Klaten yang akan menginformasikan,” ujar Kapolres Klaten AKBP Warsono saat ditemui di exit tol Kuncen, Ceper, Rabu (3/4).

Warsono menjelaskan, Polres Klaten telah berkoordinasi dengan Polres Boyolali dan Karanganyar terkait cara bertindak dalam penggunaan tol fungsional. Didasarkan empat tahap eskalasi dalam situasi normal, ramai, padat dan darurat. Indikator eskalasi berdasarkan jumlah kendaraan yang melintasi di tol.

“Kami juga perlu melihat kapasitas dari jalan arteri, jangan sampai terjadi penumpukan. Apalagi sampai terjadi penumpukan di tol, sehingga maka akan diberlakukan buka tutup sesuai eskalasi tahapannya,” jelas Warsono.

Seperti diketahui Jalan Tol Solo-Jogja akan difungsikan mulai Jumat (5/4) hingga Senin (15/4) sepanjang 23 Km. Mulai dari pukul 06.00-17.00 dengan menerapkan satu arah. Terdapat dua exit tol yang dibuka yakni exit tol Kuncen, Ceper, dan exit tol Ngawen. Sedangkan exit tol Karangnongko sebagai cadangan disiapkan apabila terjadi kepadatan di dua exit tol tersebut.

“Untuk 5-11 April digunakan arus mudik. Sedangkan mulai 12 April digunakan arus balik. Berdasarkan rapat terakhir, untuk exit tol Kuncen hanya digunakan untuk keluar saja. Termasuk saat arus balik digunakan untuk masuk tol sehingga hanya satu arah saja,” jelas Warsono.

Warsono mengungkapkan, berdasarkan simulasi yang dilakukan Polres Klaten untuk kapasitas jalan arteri maksimal 12 ribu kendaraan di sepanjang 30 Km. Nantinya akan diterapkan rekayasa lalu lintas untuk memperlancar arus kendaraan. Mulai dari mempersiapkan jalur utara, selatan dan dalam kota.

Rekayasa akan disiapkan juga di exit tol Ngawen ketika jalur ke arah dalam kota Klaten mengalami kemacetan. Disiapkan jalur Ngupit agar delay system lebih lama dengan tetap melihat eskalasi yang terjadi.

“Kalau nanti jalan arteri sudah full dan padat, maka akan kami alihkan. Kalau sudah sampai 1.000 kendaraan berturut-turut selama tiga jam maka tol fungsional akan ditutup,” jelas Warsono.

Sementara itu, Staf Pengendali Proyek PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) Sayyid Muhammad mengungkapkan, untuk kondisi tol fungsional dari exit tol Kuncen sampai exit tol Ngawen masih terdapat pengerjaan berupa penyempurnaan. Meski begitu, dipastikan pada 4 April menjadi hari terakhir pengerjaan.

“Memang masih banyak yang belum selesai maupun sempurna. Terlebih lagi rambu-rambu yang digunakan masih sementara,” jelas Sayyid.

Atas kondisi tersebut, Sayyid meminta pengendara agar mematuhi aturan pada rambu-rambu yang dipasang. Terutama untuk memacu kendaraannya maksimal 40 Km per jam. Termasuk dilarang untuk berhenti.

“Nanti juga ada tim yang melakukan observasi. Apabila sampai ada kendaraan yang trouble maupun ban pecah. Termasuk disiapkan kendaraan derek selama jalan tol difungsionalkan,” jelas Sayyid. (ren/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#lebaran #mudik #buka tutup #tol solo-jogja