RADARSOLO.COM - DPRD Klaten mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dalam menyambut pemudik Lebaran pada tahun ini.
Terlebih lagi para pemudik asal Klaten bisa melintasi tol fungsional Solo-Jogja dengan dua exit tol yang dibuka. Yakni exit tol Ngawen dan exit tol Kuncen, Ceper, Klaten.
“Yang menjadi menarik Kabupaten Klaten telah menyiapkan semuanya. Jadi mudik tahun ini lebih nyaman dari sebelumnya,” jelas Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Rabu (10/4/2024).
Lebih lanjut, Hamenang berpesan kepada pemudik yang melaksanakan Idul Fitri, dimana setelah bersilaturahmi dengan keluarga untuk bisa mendatangi destinasi wisata yang ada di Klaten. Termasuk menikmati berbagai sajian kuliner khas dari Kota Bersinar.
Berbicara wisata, Hamenang mengungkapkan bahwa Klaten memiliki potensi wisata yang lengkap untuk dikunjungi.
Salah satu rekomendasinya yakni mengunjungi kawasan Rowo Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat.
“Bisa ke Bukit Sidoguro karena bisa mendapatkan view Rowo Jombor dari atas. Sekaligus bisa berkeliling di rowo dengan perahu wisata. Termasuk bermain di Taman Nyi Ageng Rakit,” jelas Hamenang.
Pada kawasan Rowo Jombor itu juga bisa menikmati kuliner di Plaza Kuliner yang tak jauh dari Taman Nyi Ageng Rakit.
Disana terdapat aneka menu ikan yang dimasak goreng maupun bakar. Mulai dari menawarkan paket nila, lele, bandeng hingga ayam penyet.
Sementara itu, berbicara objek wisata lainnya, Klaten dikenal sebagai Kota 1.001 Umbul. Kini tak hanya Umbul Ponggok saja yang ditawarkan tetapi masih banyak berbagai wisata air lainnya.
Seperti Objek Mata Air Cokro (OMAC) yang dikelola oleh Pemkab Klaten hingga Umbul Pelem yang saat ini tengah menjadi primadona.
“Kalau berbicara umbul, banyak sekali yang baru. Silakan dinikmati semuanya. Masing-masing umbul memiliki keunikan tersendiri,” tambah Hamenang.
Terkait potensi memukul harga di objek wisata saat momen Lebaran, justru hal itu menjadi perhatian dari DPRD Klaten agar tidak sampai terjadi.
Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kebudayaan Kepemudiaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudporapar) Klaten.
“Koordinasi kami dengan pemerintah daerah, khususnya disbudporapar. Agar kemudian berkoordinasi dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan pengelola wisata. Kemudian ada edaran bahwa selama Lebaran ini jangan sampai harganya memukul,” ujar Hamenang.
Hamenang mengungkapkan, apabila hal itu sampai terjadi akan berpengaruh pada kunjungan wisata berikutnya.
Menurutnya, para pemudik yang tiba di Klaten dan berwisata sebenarnya telah menjadi duta. Nantinya akan memberikan pengalaman kepada orang lain atas kunjungannya di Kota Bersinar.
“Jangan sampai memberikan pengalaman yang buruk,” tegasnya.
Seperti diketahui, terkait kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten pada Lebaran kali ini melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mendirikan enam pos.
Mulai dari pos di Prambanan, Alun-alun Klaten, Delanggu dan Jatinom. Ditambah di dua exit tol yakni Ngawen dan Kuncen, Ceper, Klaten. Pendirian pos itu untuk menyambut arus mudik dan balik Lebaran pada tahun ini. (ren)
Editor : Damianus Bram