RADARSOLO.COM - Kepadatan arus lalu lintas di Kota Klaten pada H+1 Lebaran pada Kamis (11/4/2024) membuat tol fungsional Solo-Jogja ke arah exit tol Ngawen, Kecamatan Ngawen, Klaten ditutup.
Bahkan Polres Klaten sempat membuka exit tol Karangnongko, Klaten untuk memecah arus kendaraan sehingga tidak terpusat keluar di exit tol Ngawen.
Berdasarkan data dari Pos Strong Point Polres Klaten kendaraan yang keluar pada exit tol Ngawen dan Kuncen, Ceper, Klaten pada Kamis (11/4/2024) sejumlah 12.210 unit.
Jumlah itu menjadi rekor terbanyak selama arus mudik setelah pada Minggu (7/4/2024) terdapat 9.482 kendaraan yang keluar dari exit tol.
“Untuk arus kendaraan yang melalui tol fungsional Solo-Jogja fluktuatifnya (jumlah kendaraan) sama. Dikarenakan kebangkitan arus dari arah Jogja menuju ke Klaten maupun ke Solo. Menjadikan pertemuan arus dengan kendaraan dari exit tol Ngawen maka terjadi penumpukan sepanjang 2 Km,” jelas Kasatlantas Polres Klaten AKP Riki Fahmi Mubarok saat ditemui RadarSolo.com di exit tol Ngawen, Kamis (11/4/2024).
Lebih lanjut, Riki mengungkapkan, sesuai dengan eskalasi yang ada di lapangan maka Satlantas Polres Klaten melakukan cara bertindak pada tahapan padat.
Seperti melakukan penutupan ke arah exit Tol Ngawen sehingga dialihkan keluar melalui exit Tol Kuncen, Kecamatan Ceper, Klaten.
Riki mengungkapkan penutupan jalur ke arah exit tol Ngawen terjadi sebanyak dua kali pada Pukul 13.00 dan 16.00. Penutupan dilaksanakan selama satu jam untuk masing-masing sesinya.
“Kami juga sempat membuka emergency plan ke arah exit tol Karangnongko sebagai delay system,” tambah Riki.
Riki mengungkapkan, secara umum arus mudik yang melalui tol fungsional Solo-Jogja sejak Jumat (5/4/2024) hingga Kamis (11/4/2024) berjalan lancar. Meski sempat terjadi kepadatan selama 30 menit tetapi langsung diurai oleh kepolisian.
“Otomatis dengan tutupnya dari Colomadu ke arah tol fungsional Solo-Jogja maka kendaraan diarahkan ke jalan arteri melalui Kartasura. Maka itu fokus (pengaturan) pada jalan arteri dari Sukoharjo ke Klaten,” ujar Riki. (ren)
Editor : Damianus Bram