Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Taman Kuliner MPP Klaten, Riwayatmu Kini: Setahun Dibuka, Pembeli Masih Sepi

Angga Purenda • Sabtu, 13 April 2024 | 15:00 WIB
BUTUH SOLUSI: Deretan kios di Taman Kuliner MPP di Jalan Mayor Kusmanto, Desa Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah yang tampak sepi dari pembeli.
BUTUH SOLUSI: Deretan kios di Taman Kuliner MPP di Jalan Mayor Kusmanto, Desa Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah yang tampak sepi dari pembeli.

RADARSOLO.COM - Taman Kuliner Mal Pelayanan Publik (MPP) Klaten di Jalan Mayor Kusmanto, Desa Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah digadang-gadang menjadi pusat kuliner.

Namun, sejak dibuka satu tahun lalu, gairah ekonomi di taman kuliner tersebut belum dirasakan pedagang.

Sebagai informasi, pedagang di Taman Kuliner MPP merupakan pindahan dari depan Masjid Raya Klaten.

Mereka mengeluhkan sepinya pembeli yang datang ke lapaknya. Saat ini, hanya beberapa pedagang yang bertahan membuka kiosnya secara rutin setiap harinya.

”Kondisinya sepi, ramainya kalau hanya ada acara saja. Pedagang yang berjualan setiap harinya tinggal enam orang. Pedagang benar-benar menjerit dengan kondisi saat ini,” ujar Pedagang Tahu Kupat di Taman Kuliner MPP, Suratin Ningsih, 60.

Diakui Suratin, dia harus babat alas untuk memulai berjualan di lokasi yang baru setelah direlokasi oleh pemkab.

Berbagai upaya pun telah dilakukan agar pelanggannya mengetahui tempatnya berjualan.

”Selama tiga bulan awal itu saya harus nombok karena sepinya pembeli. Tapi saya coba tetap bertahan. Sekarang setiap harinya bisa laku 20 porsi, tapi kalau ada acara bisa lebih dari itu,” jelas Suratin.

Dia mengungkapkan, setiap kali ada acara yang digelar dari berbagai intansi di Taman Kuliner MPP memang bisa mengerek pendapatannya.

Namun kondisi ini tidak bisa diandalkan untuk harian karena hanya digelar pada momen tertentu.

Menurutnya, penyebab taman kuliner sepi karena deretan kios pedagang tidak kelihatan dari jalan raya.

Mengingat lokasi kios lebih masuk ke kawasan. Dia harus memasang petunjuk arah tambahan di tepi jalan agar pelanggannya mengetahui lokasinya berjualan.

”Coba kalau bagian pagar taman kuliner dilakukan penataan ulang agar lebih kelihatan. Diberikan akses jalan juga bagi kendaraan pembeli agar bisa menjangkau kios kami lebih dekat," katanya.

"Sebenarnya hal-hal seperti ini pernah dirapatkan, tapi tak kunjung direalisasikan,” imbuh Suratin.

Senada diungkapkan pedagang nasi sayur, Ngatiyem, 61. Diakuinya kondisi dagangannya sangat sepi, meski kedatangan pembeli didominasi dari pekerja kantoran untuk makan siang.

”Istilahnya saya baru cari pelanggan. Dikarenakan saat di depan Masjid Raya Klaten, saya berjualan baju. Tapi setelah menempati kios ini (Taman Kuliner MPP) berjualan nasi sayur,” ujar Ngatiyem.

Pembangunan Taman Kuliner MPP sendiri sudah dimulai sejak 2021 dengan anggaran sekira Rp 3 miliar. Kemudian berlanjut pada 2022 dengan anggaran sekira Rp 7 miliar.

Pembangunan ini menghadirkan bangunan dua lantai yang memiliki 47 kios. Dilengkapi taman pada bagian tengahnya dengan mengusung konsep food court.

Taman Kuliner MPP sebenarnya menjadi satu kawasan dengan MPP Kabupaten Klaten. Setiap harinya banyak masyarakat yang mengurus keperluan administrasi pada gedung tersebut.

Termasuk masih satu kawasan dengan Gedung Wanita yang digunakan untuk kegiatan pengurus PKK maupun lainnya. (ren/adi)

Editor : Damianus Bram
#Mal Pelayanan Publik #Taman Kuliner #klaten #mpp