RADARSOLO.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten telah menghadirkan sentra beras di Pasar Gedhe Klaten.
Salah satu yang dijual yakni beras rojolele Srinuk. Menempati sebagai los di lantai III Gedung Zona A Pasar Gedhe Klaten.
Setidaknya ada enam kios yang berjualan khusus beras premium ini. Terkait pengelolaan kios telah dikoordinasikan oleh BUMD yakni PT Aneka Usaha Klaten.
Penambahan sentra beras di Pasar Gedhe Klaten itu sesuai arahan dari Bupati Klaten Sri Mulyani. Mengingat harus memiliki pembeda dibandingkan dengan pasar tradisional lainnya.
Salah seorang pedagang beras rojolele srinuk, Mimin, 45, mengungkapkan, pihaknya menjual 20 kilogram (kg) sampai 30 kg beras rojolele Srinuk.
Mulai dari kemasan 1 kg, 3 kg, 5 kg hingga 10 kg dengan harga Rp 16.500 per kg untuk kualitas medium dan Rp 18.000 per kg untuk kualitas premium.
”Kalau dibandingkan dengan jenis beras lainnya, bulir berasnya lebih utuh. Lebih pulen dan wangi berasnya. Kalau berasnya sudah dingin yang tetap enak,” jelas Mimin saat ditemui Jawa Pos Radar Solo, beberapa waktu lalu.
Mimin mengungkapkan, permintaan beras rojolele Srinuk begitu tinggi. Terlebih lagi di tengah harga beras jenis lainnya yang merangkak naik.
Banyak pembeli yang beralih ke beras rojolele Srinuk karena selesih harganya yang tidak terlalu jauh.
Mimin mencontohkan saat beras C4 yang dibanderol dengan harga Rp 16.000 per kg sehingga hanya selisih Rp 500 dengan beras rojolele kualitas medium.
Hal itu membuat pembeli memilih beralih ke beras rojolele Srinuk karena sudah terjamin kualitasnya.
Bahkan, pembeli beras rojolele Srinuk di Pasar Gedhe Klaten tidak hanya datang dari Klaten. Tetapi dari luar kota seperti Malang hingga Madura yang dijadikan sebagai oleh-oleh.
”Mereka yang dari jauh-jauh (luar kota) ini biasanya langsung diantar oleh pihak pasar untuk diantarkan ke kios kami. Cukup antusias untuk membeli beras rojolele srinuk,” ujar Mimin.
Bupati Klaten Sri Mulyani menjelaskan, pembuatan sentra beras di Pasar Gedhe itu untuk menguatkan ikon Klaten sendiri sebagai tempatnya beras berkualitas.
Di samping itu, sentra beras untuk mendukung para petani terutama mereka yang menanam padi rojolele Srinuk.
”Harapannya petani di Klaten semakin pede dan giat untuk menanam varietas beras unggulan,” jelas Mimin. (ren/adi)
Editor : Damianus Bram