Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Lansia Asal Karanganom Klaten Tertabrak KA Sancaka, Meninggal Dunia di Lokasi Kejadian: Begini Kronologinya

Angga Purenda • Kamis, 2 Mei 2024 | 23:23 WIB
Polisi mengevakuasi jasad lansia yang tewas tertabrak KA di perlintasa Solo-Jogja, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Polisi mengevakuasi jasad lansia yang tewas tertabrak KA di perlintasa Solo-Jogja, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Seorang kakek bernama Urip, 67, asal Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Klaten tertabrak Kereta Api (KA) Sancaka Jurusan Surabaya-Jogjakarta pada Kamis (2/5) sekira pukul 10.30. Hal itu membuat korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan kondisi yang mengenaskan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun radarsolo.com di lokasi kejadian, warga melihat korban sempat di lahan tanaman kacang. Lokasinya memang berada di pinggir jalur rel ganda, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara.

Diduga saat korban hendak pulang ke rumah dengan menyeberangi rel tidak mengetahui datangnya kereta. Hingga akhirnya tetabrak KA Sancaka yang melaju dari arah Solo ke Jogjakarta.

Mengetahui hal itu, petugas jaga Polisi, TNI, TRC BPBD dibantu PMI Klaten dan warga serta relawan melakukan evakuasi terhadap korban sekitar satu jam. Bagian tubuh korban tersebar dari timur ke barat rel sejauh sekitar 100 meter. Ada juga yang terlempar ke sawah di utara rel karena kerasnya benturan. Kemudian membawanya ke RSUP dr. Seoradji Tirtonegoro Klaten.

”KA Sancaka itu memang berhenti di Stasiun Klaten. Setelah mendapatkan laporan dari masinis langsung kami teruskan ke pihak berwenang kepolisian dan TNI untuk melakukan evakuasi. Tidak menganggu perjalanan kereta sama sekali,” ujar Kepala Stasiun Klaten Hari Setyo Jati saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (2/5).

Lebih lanjut, Hari mengharapakan kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar rel kereta api untuk selalu waspada. Mengingat frekuensi lalu lintas kereta api Solo-Jogja relatif tinggi.

Sementara itu, Kapolsek Klaten Utara AKP Sugeng Handoko menjelaskan, dari keterangan keluarga korban, korban sering berjalan di pinggir perlintasan kereta dalam keadaan melamun atau pikiran kosong.

”Diduga saat korban berjalan di perlintasan rel kereta api, korban tidak tahu jika ada kereta api yang melintas. Terutama dari arah timur,” ucap Sugeng.

Lebih lanjut, Sugeng menjelaskan, keluarga korban telah menerima dan Ikhlas akibat kejadian tersebut dengan membuat surat pernyataan. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#kereta api (KA) #tni #ka sancaka #klaten #polisi #tertabrak kereta api #PMI Klaten #rel ganda #bpbd