RADARSOLO.COM - Julukan Kota Seribu Candi memang pantas disematkan untuk Kabupaten Klaten.
Pasalnya di Kota ini masih banyak dijumpai candi bercorak Hindu dan Budha yang bisa menjadi alternatif wisata edukatif.
Salah satunya adalah Candi Merak yang ada di Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko.
Candi bercorak Hindu ini bisa ditempuh dari Kantor Bupati Klaten sekira 15 menit dengan mengendarai sepeda motor karena jaraknya hanya 8,3 kilometer (km) saja.
Sesampainya di kompleks Candi Merak akan melihat sebuah candi induk dengan tiga candi perwara. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad 8 hingga 10 masehi.
Candi Merak memiliki ukuran panjang 8,86 meter, lebar 13,5 meter dan tinggi 12 meter. Itu merupakan hasil pemugaran yang dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah.
Bagian kaki candi dan tubuh telah selesai dipugar pada 2007 dan 2010. Sedangkan bagian atap candi selesai pada 2011.
Candi Merak terdapat beberapa arca. Seperti arca Ganesa, Durga, dan Yoni. Termasuk arca-arca lainnya yang berada di sekitar halaman Candi Merak seperti Dandi dan Dewa-Dewa lainnya dalam agama Hindu.
Untuk bisa memasuki kompleks Candi Merak ini, pengunjung tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar tiket alias gratis. Pengunjung cukup mengisi buku tamu saja.
Candi Merak ini nuka setiap harinya, untuk Senin sampai Kamis dan Sabtu mulai dari pukul 07.30-17.00. Sedangkan pada Jumat mulai pukul 07.30-14.00 dan Minggu pukul 07.30-13.30.
Sebagai informasi, Candi Merak ini masih digunakan untuk sembahyang bagi Umat Hindu juga. Tetapi tidak dilakukan setiap hari.
Sekalipun letaknya berada di tengah kampung, setiap harinya selalu ada saja wisatawan yang berkunjung ke Candi Merak tersebut. Candi itu tetap menjadi jujugan bagi wisatawan untuk melihat kemegahan candi lebih dekat. (dam)
Editor : Damianus Bram