Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Korban Duel Maut di Prambanan Klaten Akhirnya Dimakamkan, Tak Punya KTP: Identitas Masih Misterius

Angga Purenda • Sabtu, 11 Mei 2024 | 00:22 WIB
Pemakaman dua pengamen korban duel maut di Prambanan, Klaten. (DISSOS dan P3APPKB Klaten for Radar Solo)
Pemakaman dua pengamen korban duel maut di Prambanan, Klaten. (DISSOS dan P3APPKB Klaten for Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Jenazah dua laki-laki yang meninggal dunia setelah terlibat duel maut di Dusun Tegalharjo, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten pada Selasa (7/5) malam dimakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegalbinangun pada Kamis (9/5). TPU tersebut berada Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara.

Pemakaman dilakukan oleh petugas Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dissos dan P3APPKB). Termasuk sejumlah kepolisian dari Polres Klaten.

”Keduanya dimakamkan sesuai surat permohonan dari Polsek Prambanan. Dimakamkan dengan pembiayaan dari Dissos dan P3APPKB,” jelas Kepala Dissos dan P3APPKB Klaten, Puspo Enggar Hastuti, Jumat (10/5).

Lebih lanjut, alasan kedua jenazah korban perkelahian itu diserahkan Dissos dan P3APPKB karena tidak memiliki identitas yang jelas. Kedua pria itu selama ini dikenal sebagai pengamen di wilayah Kecamatan Prambanan.

Seperti diberikan sebelumnya, kabar duel maut di Desa Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten itu beredar di media sosial, Selasa (7/5) malam. Tepatnya di jalan kampung utara dari Stasiun Brambanan. Dari kejadian tersebut, dua orang meninggal dunia dengan luka di bagian perut.

Saat kejadian itu, satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan satu orang lainnya saat di rumah sakit. Keduanya sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jogjakarta. Sementara terduga pelaku satu orang merupakan pengamen dengan menjadi manusia silver.

Hingga saat ini kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Sejumlah saksi pun telah dimintai keterangan. Mulai dari pemilik kos yang menjadi tempat kos-kosan korban, istri korban hingga warga di lingkungan sekitar lokasi. Di sisi lain, korban yang tidak memiliki kartu identitas seperti KTP menjadi kendala tersendiri bagi Polres Klaten.

”Jadi mereka ini hanya dikenal dengan nama panggilan. Korban biasa dipanggil Weli dan Sendi. Tetapi mereka tidak memiliki kartu identitas yang jelas,” ujar Kapolres Klaten AKBP Warsono.

Lebih lanjut, Warsono menjelaskan, sampai saat ini kepolisian masih terus mendalami motif duel maut hingga menewaskan dua orang tersebut. Mengingat antara pelaku dengan korban memiliki kedekatan sebelumnya.

”Kami terus mendalami, karena mereka cukup dekat. Apalagi istri korban menitipkan anaknya kepada istri terduga pelaku,” ujar Warsono. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#kecamatan prambanan #klaten #tpu #Kapolres Klaten AKBP Warsono #dinas sosial #pengamen #duel maut