Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tangis Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Pecah saat Resmikan Stasiun Lapangan Geologi di Bayat Klaten, Ini Penyebabnya

Angga Purenda • Sabtu, 11 Mei 2024 | 21:40 WIB

 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meresmikan Stasiun Lapangan Geologi di Bayat, Klaten, Sabtu (11/5).
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meresmikan Stasiun Lapangan Geologi di Bayat, Klaten, Sabtu (11/5).


RADARSOLO.COM - Tangisan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pecah saat memberikan sambutan dalam peresmian Stasiun Lapangan Geologi Prof R. Soeroso Notohadiprawiro Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta di Kecamatan Bayat, Klaten, Sabtu (11/5).

Menteri PUPR itu pun sempat mengusap air matanya yang mengucur dengan tisu yang diberikan kepadanya.

Ya, rupanya menteri yang akrab disapa Pak Bas itu teringat masa 50 tahun lalu, saat dia pernah menjalani kuliah lapangan di Bayat, Klaten.

Dia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para dosen yang telah mendidiknya selama kuliah di jurusan Teknik Geologi UGM.

Hingga akhirnya Basuki bisa dipercaya menjadi Meteri PUPR.

“Pembangunan (stasiun lapangan geologi) ini tidak seberapa dibandingkan didikan yang diberikan kampus ke kami dan keluarga. Ini yang membangun bukan karena Basuki, tetapi Kementerian PUPR memiliki program di bidang pendidikan,” ujar Basuki.

Diketahui, stasiun lapangan geologi dibangun sebagai sara pelaksanaan kuliah lapangan mahasiswa Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik Geologi UGM Jogjakarta.

Tetapi juga bisa digunakan mahasiswa dari universitas lain di Indonesia maupun luar negeri. Termasuk instansi yang berkaitan dengan ilmu geologi.

“Saya sampaikan bahwa yang menggunakan tidak hanya UGM, tapi secara internasional. Universitas dari luar negeri yang belajar geologi di Bayat ini. Sekaligus dijadikan sebagai pusat Geopark Bayat," ujar Basuki.

"Semoga semakin menguatkan usulan Geopark Bayat,” imbuh dia.

Baca Juga: Bakal Disewakan, Gudang Kosong Milik Pabrik Gula Tasikmadu Malah Terbakar

Lebih lanjut, Basuki mengungkapkan, saat melakukan kuliah lapangan 50 tahun lalu, sarana-prasarananya tidak bisa dibandingkan dengan sekarang.

Sebab, tuntutan saat ini sudah berbeda, sehingga perlu ditunjang fasilitas yang memadai.

Basuki pun memotivasi para mahasiswa geologi untuk bisa lebih baik darinya.

Mengingat saat 50 tahun lalu di tengah fasilitas terbatas, tapi dia bisa menjalankan kuliah lapangan hingga akhirnya dipercaya menjadi Menteri PUPR.

“50 tahun lalu saya pernah kuliah lapangan di Bayat ini. Tidurnya waktu itu di Lurah Jombor. Tetapi kini dibangun stasiun lapangan geologi yang dilengkapi asrama, laboratorium penelitian, ruang perkuliahan hingga perpustakaan sehingga lebih representatif," papar dia.

Dibangunnya stasiun lapangan geologi di Bayat karena memiliki singkapan batuan yang begitu lengkap.

Baik itu patahan maupun lipatan bisa ditemukan di wilayah Bayat.

Sementara itu, Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya yang hadir dalam acara tersebut mengharapkan, pembangunan stasiun lapangan geologi di Bayat itu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Termasuk dalam melestarikan lingkungan, khususnya di wilayah Bayat.

"Harapannya bisa memberikan edukasi kepada masyarakat di sekitar lingkungan sini. Terutama untuk mempertahankan nilai-nilai dari batuan itu untuk bisa dilestarikan karena sangat bermanfaat," ujar Yoga.

Yoga menambahkan, dengan adanya berbagai penelitian yang didukung sarana-prasarana memadai, menjadikan batuan di kawasan geoheritage Bayat tetap terjaga.

Sehingga para generasi muda masih bisa menyaksikan batuan yang berumur jutaan tahun. (ren/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Menteri PUPR #geologi #basuki hadimuljono #Stasiun Lapangan Geologi Prof R. Soeroso Hadiprawiro #bayat