Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Menikmati Agrowisata Tirto Mili di Wedi, Klaten: Mancing, Kulineran, dan Hunting Foto di Satu Tempat

Angga Purenda • Minggu, 12 Mei 2024 | 21:34 WIB
INSTAGRAMABLE: Wisatawan sedang asyik berfoto di atas jalan setapak yang membelah lahan persawahan di kawasan Tirto Mili Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Klaten.
INSTAGRAMABLE: Wisatawan sedang asyik berfoto di atas jalan setapak yang membelah lahan persawahan di kawasan Tirto Mili Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Klaten.

RADARSOLO.COM - Mengenalkan agrowisata ke anak sekaligus kulineran bisa didapat di Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Klaten. Seperti apa keseruannya? Ini ulasannya.

Di salah satu desa penghasil padi di wilayah Klaten ini, terdapat pemancingan dan rumah makan Tirto Mili.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan di destinasi wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lumintu ini.

Diawali dari aktivitas memancing karena terdapat kolam ikan yang memiliki panjang 52 meter dan lebar 20 meter dengan kedalaman 2 meter.

Pengunjung cukup membayar tiket sebesar Rp 10.000 per orang bisa memancing sepuasnya dari pukul 09.00-21.00 dengan catatan ikan yang diperoleh harus dilepas kembali ke kolam.

Bagi wisatawan yang kebetulan tidak membawa alat pancing, pihak pengelola telah menyediakan untuk disewa.

Cukup membayar Rp 10.000 plus umpan berupa cacing dan pelet. Ikan yang bisa didapat mulai dari bawal, lele, patin, nila dengan rata-rata berat mulai dari 2 kg sampai 10 kg per ekor.

Manajer Rumah Makan dan Kolam Pemancingan Tirto Mili Sentot Widiyanto menjelaskan saat memancing tidak dibatasi waktu.

Wisatawan bisa memancing ikan sepuasnya dari pagi hingga malam hari. Rata-rata pengunjung yang datang mulai dari 70 orang hingga 150 orang pemancing dalam sehari.

”Setelah puas memancing wisatawan bisa menikmati berbagai menu di rumah makan kami. Mulai dari olahan ikan nila, lele dan gurami serta ayam dimasak goreng maupun bakar,” jelas Sentot kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (10/5/2024).

”Harga mulai Rp 16.000 per paket hingga Rp 25.000 per paket. Sedangkan untuk minuman mulai dari es teh, lemon tea, jus hingga kopi dari harga Rp 3.500-Rp 10.000,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sentot mengungkapkan, pada akhir pekan pemancingan dan rumah makan selalu ramai.

Mengingat lokasinya sering kali digunakan untuk berbagai acara juga. Terlebih lagi pada momen tertentu seperti liburan panjang, weekend maupun saat bulan puasa dan Lebaran.

Puas menyantap berbagai olahan ikan dan ayam, tak ada salahnya berjalan-jalan ke sejumlah spot foto.

Lokasinya masih dalam satu kawasan Tirto Mili yang memiliki luas 4.000 meter persegi.

Jalan setapaknya berupa kayu yang membelah hamparan sawah hijau dengan beragam spot foto yang bisa dipilih hingga bisa menikmati senja.

”Untuk berfoto dengan pemandangan sawah itu gratis ini bagian dari Tirto Mili. Jalan setapak itu juga bagian dari rencana kami untuk terintegrasikan dengan rest area yang hendak kami bangun. Nanti ada ruang pertemuan, mini market dan UMKM Center,” jelas Sentot.

Kedepannya, rest area itu juga menjadi pusat dari aktivitas agrowisata yang sudah dirintis oleh Desa Pasung.

Sejumlah ruas jalan desa pada sisi kanan dan kirinya sudah terdapat berbagai pohon buah. Seperti nangka, kelengkeng, alpukat, jambu kristal hingga rambutan.

”Untuk paket agrowisata ini tengah kami siapkan. Nantinya pengunjung kami ajak mengelilingi desa kami menggunakan mobil listrik. Untuk melihat pohon buah lebih dekat dan berbelanja,” ujar Sentot. (ren/adi)

Editor : Damianus Bram
#Wisata di Klaten #Tirto Mili #agrowisata #wisata baru di klaten