RADARSOLO.COM - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Klaten kondisinya kritis di sebuah rumah sakit di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Ironisnya, imigran bernama Puput Erna Sri Rejeki, 34, warga Tegal Blateran, Klaten Tengah, ini tidak bisa pulang karena terkendala biaya.
Informasi yang dihimpun koran ini, Puput berada di Dubai sejak 2021 sebelum akhirnya mengalami kondisi kritis karena sakit kanker otak.
Kali terakhir keluarga komunikasi dengan Puput pada 3 Mei lalu. Sebelumnya Puput memang mengabarkan ke keluarga jika dia dalam kondisi sakit.
Dia ditemukan di kamarnya dalam kondisi tidak sadarkan diri oleh temannya. Hingga kemudian dibawa ke rumah sakit. Pemulangan Puput ke Indonesia membutuhkan biaya Rp 150 juta.
“Sebelum dirawat di rumah sakit itu memang mengabari kami soal kondisinya. Komunikasi dengan anak saya masih lancar. Saya juga sempat memintanya untuk pulang,” ujar ayah dari Puput, Sutikno, 66, Senin (13/5).
Sutikno menjelaskan, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Klaten telah meminta klarifikasi kepada keluarga terkait informasi anak ketiga dari empat bersudara tersebut.
Tetapi sebelumnya, dia sudah berinisiatif melaporkan ke kelurahan setelah kondisi atas anaknya sempat ramai diinformasikan di dunia maya.
“Saya sebenarnya bingung mau melapor ke mana. Kalau melapor kepolisian kan ya jauh sekali karena bukan jalurnya. Akhirnya saya memutuskan untuk melapor ke kelurahan bahwa yang viral di media sosial itu anak saya,” jelas Sutikno yang sehari-hari bekerja sebagai sopir lepas.
Dia meminta surat keterangan dari kelurahan yang menyatakan bahwa Puput adalah warga Tegal Blateran, Kelurahan Kabupaten, Klaten Tengah, Klaten. Surat itu untuk melengkapi berkas administrasi yang akan diserahkan kepada relawan di Jakarta.
Sementara itu, kakak Puput, Lidya Dwi Handayani berharap agar adiknya bisa pulang ke Klaten setelah melewati masa kritisnya di Dubai.
“Mudah-mudahan ada jalan buat adik saya. Yang terpenting sekarang saya minta banyak dukungan doa dulu supaya adik saya bisa melewati masa kritisnya,” jelas Lidya.
Lidya membenarkan Disperinaker Klaten sudah mendatangi kediaman orang tuanya di Klaten. Termasuk dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) juga sudah datang ke rumah sakit yang sedang merawat adiknya tersebut.
Sementara itu, Kepala Disperinaker Klaten Luciana Rina Damayanti membenarkan bahwa tim sudah bertandang ke rumah keluarga Puput pada Minggu (12/5). Termasuk berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinakertrans) Jawa Tengah pada Sabtu (11/5) dan Minggu(12/5).
“Diperoleh keterangan berangkatanya tidak melalui prosedur yang ditetapkan pemerintah. Bisa dibilang ilegal. Sehingga dalam proses nanti tetap berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Disnakertrans Jawa Tengah,” ujar Rina.
Dalam waktu dekat akan dilakukan pemantapan langkah-langkah yang hendak diambil oleh Disperinaker Klaten. Termasuk berharap Puput segera sembuh dari sakitnya dan bisa kembali ke Klaten. (ren/bun)
Editor : Kabun Triyatno