RADARSOLO.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten meminta sekolah yang akan menggelar kegiatan study tour untuk memastikan kelayakan bus yang digunakan. Hal itu untuk mencegah terjadinya kecelakaan seperti halnya yang menewaskan 11 orang di Ciater, Jawa Barat.
”Ini kan mendekati masa libur. Kalau mau piknik ya kami imbau armada yang digunakan layak jalan. Dibuktikan dengan kir-nya masih hidup,” jelas Kepala Dishub Klaten Supriyono, Rabu (15/5).
Imbaun itu disampaikan menyikapi kejadian kecelakaan bus rombongan pelajar SMK di Ciater, Subang, Jawa Barat, yang menyebabkan 11 orang meninggal dunia, Sabtu (11/5). Dikarenakan bus yang terlibat kecelakaan tersebut untuk masa berlaku kir sudah habis.
Seperti diketahui kir merupakan proses menguji kelayakan kendaraan angkutan barang maupun orang secara teknis.
”Kami terus mengimbau ke jajaran. Kalau kir hidup, secara teknis dan administrasi berarti layak jalan. Sudah bisa digunakan,” ujar Supriyono.
Soal tindak lanjut terkait imbauan itu, Supriyono mengatakan hal itu menjadi kewenangan dari dinas pendidikan (disdik).
”Sudah disampaikan dalam rapat koordinasi. Nanti tindak lanjutnya dari kepala disdik,” jelas Supriyono.
Sementara itu, Kepala Disdik Klaten Titin Windiyarsih menjelaskan, untuk mencegah terjadinya kecelakaan karena armada bus yang digunakan tidak layak jalan, disdik berencana melakukan sosialisasi. Termasuk membuat surat edaran untuk diedarkan ke seluruh sekolah di Klaten.
”Kami nantinya akan diskusi dengan kepala dishub dulu. Formulasi yang praktis seperti apa. Kalau nanti ada sekolah yang hendak melakukan kegiatan seperti itu, terutama untuk kondisi armada terdapat rekomendasi dari dishub bahwa busnya layak jalan. Begitu juga dengan sopirnya dapat sosialisasi dari dishub, minimal bironya,” ujar Titin. (ren/adi)
Editor : Adi Pras