RADARSOLO.COM – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Klaten ranting Jatinom dan Karanganom menggelar pelayanan keluarga berencana (KB) dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Berupa intrauterine device (IUD) dan implant yang menyasar sejumlah 65 akseptor.
Sebagai informasi, akseptor adalah orang yang menerima serta mengikuti pelaksanaan KB. Ada pun target di tingkat kabupaten sebanyak 5.122 akseptor.
”Kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran pasangan usia subur (PUS) untuk melaksanakan KB jangka pangjang. Harapan keluarga bisa lebih sejahtera. Di samping juga dalam rangka meningkatkan cakupan PUS yang terlayani KB MKJP,” jelas Ketua IBI ranting Jatinom Rina Setyowati di sela-sela acara bulan bakti IBI di Karanganom, Selasa (21/5).
Rina menjelaskan, pelayanan KB yang dilaksanakan itu menyasar wanita usia subur (WUS) dari PUS di wilayah Karanganom dan Jatinom. Dalam pelaksanaannya, IBU ranting Jatinom dibantu kader Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dalam pencarian akseptor.
”Sedangkan untuk penyediaan sarana dan alat kontrasepsi dibantu penyuluh lapangan KB (PLKB),” tambah Rina.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk dan KB Dissos dan P3APPKB Klaten Nuryanti menjelaskan, pelayanan KB bagi WUS di wilayah Jatinom dan Karanganom itu bekerja sama dengan badan kependudukan dan keluarga berencana nasional (BKKBN). Hal itu juga sebagai upaya untuk mendukung kesehatan pada ibu.
”Kegiatan pelayanan KB ini tidak hanya di sini (Jatinom dan Karanganom) tapi di beberapa wilayah di Klaten. Harapannya melalui kegiatan seperti ini akan segera mencapai target sejumlah 5.122 akseptor di Klaten,” ujar Nuryanti.
Ketua IBI Klaten Bekti Sayekti mengapresiasi kepada IBI ranting Jatinom yang turut serta menyukseskan untuk meraih capaian dari target akseptor di tingkat kabupaten. Harapannya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat di wilayah Jatinom dan Karanganom.
”Dengan adanya perencanaan dalam keluarga tersebut bisa membuat keluarga lebih sehat dan sejahtera. Tercetaknya generasi yang berkualitas serta anti stunting,” ujarnya. (ren/adi)
Editor : Adi Pras