Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kenalkan Program Pesiar, BPJS Kesehatan Boyolali Sisir Wilayah Klaten: Ini Targetnya

Angga Purenda • Rabu, 22 Mei 2024 | 16:23 WIB
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Deddy Febrianto paparkan program Pesiar di Klaten.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Deddy Febrianto paparkan program Pesiar di Klaten.

RADARSOLO.COM-BPJS Kesehatan Cabang Boyolali makin gencar sosialisasikan program Petakan, Sisir, Advokasi dan Registrasi (Pesiar) di wilayah kerjanya.

Setelah dari Kabupaten Boyolali, sosialisasi Pesiar menyasar Kabupaten Klaten. Kegiatan tersebut diikuti tiga desa yang menjadi pilot project.

Meliputi Desa Sorogaten, Kecamatan Tulung; Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara; dan Desa Ngemplakseneng, Kecamatan Manisrenggo.

Kegiatan yang dipusatkan di salah satu resto Kecamatan Klaten Selatan itu diikuti para camat, kepala desa serta pejabat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten.

Materi disampaikan langsung Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Deddy Febrianto. Bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten Jaka Purwanto.

Jaka menjelaskan, pemerintah memiliki kepedulian terkait kesehatan masyarakat. Ditunjukan dengan kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Dengan menjadi peserta program JKN, warga Klaten tidak perlu khawatir ketika tiba-tiba terjadi hal tak diinginkan, seperti sakit dan diharuskan menjalani perawatan di RS.

Peserta JKN akan mendapatkan akses pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus mengeluarkan biaya.

“Untuk kepesertaan JKN di Klaten sudah mencapai 98,83 persen dari jumlah penduduk sekira 1,3 juta jiwa. Artinya masih ada 1,17 persen yang belum menjadi peserta JKN atau sekira 13 ribu jiwa,” jelas Jaka, Selasa (21/5/2024)

Untuk memperluas kepesertaan JKN, perlu dilakukan penyisiran. Salah satunya melalui pembentukan Agen Pesiar di Klaten.

Hal itu juga sebagai tindaklanjut dari penandatanganan perjanjian Kerjasama dengan tiga kepala desa yang desanya menjadi pilot project.

“Pemerintah harus menelusuri 1,17 persen (yang belum menjadi peserta JKN) di Klaten. Maka itu perlu disisir. Termasuk melakukan sosialisasi terkait pentingnya menjadi peserta JKN yang dikelola BPJS,” terang Jaka.

Baca Juga: Dongkrak Kualitas PIPP FKRTL, BPJS Kesehatan Boyolali Gelar Monev Wilayah Kabupaten Boyolali dan Klaten

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Deddy Febrianto mengapresiasi atas capaian cakupan peserta JKN di Klaten dengan berbagai jenis kepesertaan.

Terlebih lagi sudah sesuai target dari pemerintah yakni 98 persen.

“98,83 persen itu sebanyak 1.276.079 jiwa. Sedangkan untuk jenis kepesertaan paling banyak yakni Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN,” ungkap Deddy.

Diterangkan Deddy, program Pesiar merupakan suatu kegiatan social marketing terencana dalam rangkat rekrutmen peserta.

Termasuk meningkatkan keaktifkan peserta JKN yang dilakukan pihak ketiga. Ditugaskan atas rekomendasi perangkat daerah terkait.

Adapun tujuan dari program Pesiar yakni memetakan masyarakat desa yang belum terlindungi JKN.

Begitu juga menyisir masyarakat rentan (masyarakat miskin, korban PHK maupun masyarakat stunting).

Termasuk menyisir masyarakat pekerja sektor formal yang belum didaftarkan pemberi kerja ke program JKN.

“Lewat program Pesiar ini juga bertujuan melakukan sosialisasi dan advokasi masyarakat desa terkait kepesertaan JKN. Memastikan masyarakat desa non-JKN menjadi peserta JKN agar tercipta desa universal health coverage (UHC) serta desa sehat sejahtera,” ujar Deddy.

Melalui program Pesiar itu, menjadikan tersedianya pendataan peserta JKN dan non-JKN di setiap desa di Klaten.

Termasuk mampu meningkatkan pemahaman tentang program JKN. Hingga mampu meningkatkan engangement peserta JKN.

Selain itu, melalui program Pesiar dapat tercipta kemitraan antara BPJS Kesehatan, Pemkab Klaten dan perangkat desa sebagai unit terkecil pemerintahan.

“Terbentuknya sinergitas dalam mendukung program pemerintah terkait kesejahteraan. Begitu juga meningkatnya kepatuhan pemberi kerja,” pungkasnya. (ren/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#kepesertaan #jkn #Program PESIAR #BPJS Kesehatan Boyolali