Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Santri yang Tenggelam di Sunga Elo Magelang Dimakamkan di Klaten: Sempat Meminta Maaf Kepada Sang Kakak karena Ini

Angga Purenda • Jumat, 31 Mei 2024 | 04:28 WIB
Ratusan santri Ponpes Darul Falah Klaten yang mengantarkan almarhum ke TPU di Desa Bener, Kecamatan Wonosari, Klaten. (Dokumentasi Warga Bener)
Ratusan santri Ponpes Darul Falah Klaten yang mengantarkan almarhum ke TPU di Desa Bener, Kecamatan Wonosari, Klaten. (Dokumentasi Warga Bener)

RADARSOLO.COM – Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Falah Klaten, Alfino Naufal Latif, 16, yang meninggal tenggelam di Sungai Elo, Magelang dikebumikan di kampung halamannya, Kamis (30/5).

Tepatnya di Dusun Bogor, Desa Bener, Kecamatan Wonosari. Korban dimakamkan di samping sang ibu yang meninggal sekitar empat bulan lalu.

”Saya baru dikabari kejadian itu pada Rabu (29/5) pukul 15.00. Dari pihak sekolah yang memberi tahu. Kami ikhlas dengan kejadian ini. Apalagi ini takdir kan,” ujat paman korban, Suparno, 48, Kamis (30/5).

Suparno mengungkapkan, almarhum adalah sosok yang pendiam. Tetapi beberapa waktu sebelumnya sempat meminta maaf kepada kakaknya. Dikarenakan dia merokok.

Almarhum anak ke empat dari empat bersaudara, anak ragil (sulung). Ibunya meninggal baru empat bulan yang lalu,” ujar Suparno.

Jenazah dikuburkan pada pukul 10.15 usai disalatkan oleh ratusan teman dan warga Desa Bener. Jenazah dibawa ke tempat pemakaman umum (TPU) di depan rumah duka yang hanya dipisahkan oleh jalan setapak.

Sementara itu, pengasuh Ponpes Darul Falah Klaten Ustaz Abu Hasan mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan di Sungai Elo itu berbentuk outbond.

Terlebih lagi kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun berdasarkan musyawarah dan kesepakatan dari pengasuh, pengajar, pengurus dan santri.

”Kemudian berdasarkan kesepakatan formatnya adalah rafting di Sungai Elo. Awalnya tidak masalah, tidak terjadi apa-apa. Hanya memang terseretnya almarhum di Sungai Elo tidak terduga. Terjadi setelah semuanya selesai,” ujar Abu.

Dia mengungkapkan, saat acara rafting selesai, ada sejumlah santri nekat bermain di Sungai Elo tersebut. Ketika diketahui hal itu langsung diteriaki para pengasuh untuk menepi.

Tetapi almarhum yang tenggelam diduga berada di pusaran arus yang kuat. Sehingga tidak bisa terselamatkan.

”Untuk kegiatan rafting di Sungai Elo diikuti 129 santri dan kemudian pengasuhnya 36 orang. Sebenarnya sangat memadai. Berangkat dari Klaten pukul 06.00,” ujar Abu.

Dia mengungkapkan, ponpes akan melaksanakan evaluasi dengan adanya kejadian tersebut. Terlebih lagi musibah tersebut baru pertama kali terjadi. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#tenggelam #klaten #ponpes darul falah #outbond #wonosari #magelang #sungai elo