RADARSOLO.COM – Selalu ada hikmah dalam setiap peristiwa. Tanpa terkecuali gempa dahsyat yang melanda Bantul, Yogyakarta pada 2006.
Bukan hanya Bantul, gempat tersebut juga meruntuhkan sebagian bangunan Candi Sojiwan di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten.
Candi bersejarah tersebut kemudian dipugar. Nah, saat pemugaran hendak rampung pada 2009, anggota Pokdarwis dapat wangsit.
Mereka tergerak menjadikan Candi Sojiwan sebagai objek wisata asli desa.
Butuh kerja ekstra mewujudkannya. Termasuk modal yang tidak murah.
Hingga akhirnya, pada 2010, Desa Kebondalem Kidul dicanangkan menjadi Desa Wisata Budaya oleh Sunarna, bupati Klaten kala itu
Selain Candi Sojiwan, potensi di Desa Kebondalem Kidul adanya seni pertunjukan, batik, adat istiadat dan tradisi masyarakat.
Pemandangan di Candi Sojiwan sangat elok dengan hamparan area hijau cocok untuk bersantai.
Bangunan bersejarah tersebut juga bisa dijadikan wisata edukasi karena terdapat 19 panel relief yang mayoritas menceritakan tentang kisah moral dan binatang.
Serta paket edukasi belajar budaya batik, jumputan, maupun memasak menu khas.
Di sebelah barat candi, terdapat Taman Wisata Candi Sojiwan yang cocok untuk permainan anak.
Masih kurang? Tenang ada Taman Candi Bocah di utara Stasiun Brambanan.
Yang tidak kalah serunya, tersedia atraksi wisata permainan masa lalu seperti jirak, egrang, engsreng, dan sebagainya.
Objek wisata ini juga ramah difabel karena berada di dataran rendah yang relatif landai untuk kegiatan difabel. (wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono