Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pengendara Motor Bercelurit Teror Warga Cawas Klaten, Satu Korban Dibacok, Pasutri Hanya Pasrah

Angga Purenda • Senin, 3 Juni 2024 | 05:50 WIB
ILUSTRATOR IRECK OKTAVIANTO/RADAR SOLO
ILUSTRATOR IRECK OKTAVIANTO/RADAR SOLO

RADARSOLO.COM – Aksi teror pengedara bermotor dengan membawa celurit di Kecamatan Cawas, Klaten, membuat resah warga setempat. Sebab, sudah ada dua korban teror dengan pelaku sama di Jalan Raya Cawas-Weru, Sukoharjo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, peristiwa pertama dialami oleh pasangan suami istri (pasutri) saat hendak berjualan sate di depan Polsek Cawas.

Warga Desa Ringinputih, Kecamatan Karangdowo itu mengendarai sepeda motor masing-masing dengan membawa bronjong di belakangnya.

Tetapi sesampai di Jalan Raya Cawas-Weru, Desa Japanan, Kecamatan Cawas dihadang oleh dua pria yang berboncengan mengendarai sepeda motor. Hal itu membuat pasutri menghentikan sepeda motornya. Keduanya lalu ta menanyakan apa yang hendak diinginkan oleh dua pria tersebut. Salah satunya membawa celurit tetapi tidak ditodongkan ke korban.

“Saat ditanyai oleh korban, pelaku menjawab bahwa mereka meminta uang untuk membeli bensin. Lalu korban menyerahkan dompet ke pelaku dan mengambil uang sekira Rp 60 ribu. Kemudian dompet diserahkan kembali ke korban lalu pelaku kabur meninggalkan korban,” ujar Kapolsek Cawas Iptu Umar Mustofa, Minggu (2/5).

Umar menjelaskan, korban terpaksa menyerahkan dompet kepada pelaku karena ketakutan terlebih dahulu. Mengingat salah satu pelaku membawa celurit.

Tak lama dari peristiwa pertama tersebut, kedua pelaku bercelurit itu diduga kembali beraksi. Kali ini korbannya adalah pedagang sayur yang berinisial W, 52, warga Sukoharjo yang hendak berjualan di Pasar Cawas. Tetapi saat di Jalan Raya Cawas-Weru, Desa Pakisan, Kecamatan Cawas malah justru dibacok.

“Lokasi pertama dan kedua tidak jauh sekira 100 meter. Beda waktunya hanya 10 menit antara dua kejadian itu,” ujar Umar.

Umar mengungkapkan, pihaknya sudah meminta keterangan dari para korban. Saat ini masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari para saksi dan mencari video closed-circuit television (CCTV). Pelaku saat beraksi menggunakan sepeda motor matic.

“Kepolisian sebenarnya juga sudah intensif melakukan patroli. Mulai dari pukul 09.00 sampai subuh. Memang aksi kejahatan tidak bisa diprediksi. Kami akan berkoordinasi dengan kepala desa untuk memetakan ruas jalan mana saja yang masih gelap gulita untuk dipasangi lampu dan CCTV,” ujar Umar.

Kapolres Klaten AKBP Warsono mengungkapkan, tim polres akan membantu Polsek Cawas untuk memburu pelaku. Saat ini polisi mendalami kasus ini.

“Terkait kenakalan remaja, sosialisasi ke sekolah-sekolah dan patroli sudah kami lakukan. Paling penting pengawasan dari lingkup kecil yakni orang tua. Untuk mencegah anak mereka dari tindakan menyimpang,” ujar Warsono. (ren/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#celurit #klaten #Resah #teror #cawas