RADARSOLO.COM- Penjualan hewan kurban khsususnya sapi di Pasar Hewan Jatinom mengalami kenaikan dua kali lipat. Meski harganya mengalami peningkatan hingga Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per ekor jelang Idul Adha.
Salah satu pedagang sapi, Agung, 47, mengungkapkan bahwa saat ini dirinya membawa dua kali lipat sapi ke pasar hewan untuk dijual. Dari semula hanya membawa lima ekor sapi menjadi 10 ekor karena permintaan yang tinggi.
“Dari awalnya yang harganya Rp 17 juta per ekor hingga Rp 20 Juta ekor tetapi mengalami kenaikan Rp 2 juta sampai Rp 3 Juta per ekor. Jadi Rp 19 juta sampai Rp 23 juta per ekor mendekati Idul Adha,” jelas Agung saat ditemui radarsolo.com di Pasar Hewan Jatinom, Senin (3/6).
Lebih lanjut, Agung menjelaskan, meski harga hewan kurban sapi mengalami kenaikan tetapi permintaan tetap tinggi. Naiknya harga sapi karena antara persediaan dengan permintaan di pasaran yang tidak berimbang.
Sampai saat ini, Agung sendiri sudah bisa menjual setidaknya 50 ekor sapi. Paling banyak pembeli datang dari luar kota seperti Jakarta. Membeli sapi jenis metal dengan bobot sekira 1 ton dengan harga Rp 115 juta.
“Ada pembeli sapi dari Jakarta juga untuk kurban seberat 900 Kg. Jenisnya juga metal dengan harga Rp 65 juta. Tetapi masih di kandang, baru diambil NANTI saat H-2,” jelas Agung asal Desa Mayungan, Kecamatan Ngawen, Klaten ini.
Dia pun memastikan, menjamin hewan kurban yang diperjualbelikan tersebut dalam kondisi sehat. Dikarenakan secara mandiri dilakukan pemeriksaan secara rutin oleh dokter hewan. Untuk mengantisipasi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) hingga Lumpy Skin Disease (LSD).
Sementara itu, pedagang sapi lainnya, Wiyono, 46, mengungkapkan harga hewan kurban sudah mengalami kenaikan dalam satu bulan terakhir. Begitu juga dengan permintaan yang mengalami kenaikan dua kali lipat.
“Dari awalnya hanya lima ekor sapi ke pasar kini membawa 10 ekor sapi. Harganya juga sudah menyentuh Rp 25 juta per ekor. Para pembeli rata-rata datang dari Boyolali dan Jakarta,” ujar Wiyono asal Musuk, Boyolali ini saat ditemui di Pasar Hewan Jatinom. (ren/adi)
Editor : Adi Pras