Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Peringati Hari Lingkungan Hidup: Elemen Gabungan Bersihkan Saluran Irigasi di Bendung Suplesi Blambangan Polanharjo Klaten

Angga Purenda • Kamis, 6 Juni 2024 | 02:54 WIB
Kegiatan perawatan berupa pembersihan sedimentasi dan sampah pada saluran irigasi di Bendung Suplesi Blambangan, Desa Kebonharjo, Polanharjo, Klaten, Rabu (5/6/2024).
Kegiatan perawatan berupa pembersihan sedimentasi dan sampah pada saluran irigasi di Bendung Suplesi Blambangan, Desa Kebonharjo, Polanharjo, Klaten, Rabu (5/6/2024).

RADARSOLO.COM-Aksi kolektif digelar di Bendung Suplesi Blambangan di Desa Kebonharjo, Polanharjo, Klaten, Rabu (5/6).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Melibatkan PT Tirta Investama (TIV) Klaten, petani, Gabungan Paguyuban Petani Pengguna Air (GP3A), pemerintah desa, akademisi, pelaku usaha, pelajar hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Peserta dalam kegiatan tersebut membersihkan sedimentasi dan sampah pada saluran irigasi di Bendung Suplesi Blambangan.

Ketua Sub Gapoktan Sanggar Rojolele Delanggu Eksan Hartanto mengapresiasi kegiatan kolektif dalam perawatan saluran irigasi di Bendung Suplesi Blambangan tersebut.

Menurutnya, hal itu juga bagian dari persiapan mitigasi musim tanam padi di wilayah tengah maupun hilir.

“Dikarenakan setelah musim hujan, biasanya banyak sedimentasi yang mengendap. Apalagi di Bendung Suplesi Blambangan ini terdapat sedimentasi sisa industri makanan di atas. Jadi lumayan banyak,” peper Eksan yang juga petani muda asal Delanggu.

Perawatan terhadap saluran irigasi itu dilaksanakan secara rutin. Dalam setahun bisa dilaksanakan selama enam kali.

Dikarenakan keberadaannya sangat penting untuk mengairi lahan persawahan di 11 desa yang tersebar tiga kecamatan, yakni Delanggu, Juwiring, dan Wonosari.

“Harapannya saluran tersier itu tetap terjaga. Pernah dilakukan revitalisasi yang dilakukan pada 2020 bisa bermanfaat. Menjadikan debit air bertambah sehingga lahan pertanian yang mendapatkan pengairan semakin luas,” ujar Eksan.

Sementara itu, Stakeholder Relation Manager AQUA Klaten Rama Zakaria menjelaskan, aksi kolektif para pihak tersebut untuk perawatan jaringan irigasi.

Mengingat Bendung Suplesi Blambang ini berdampak pada delapan desa di tiga kecamatan di lahan sawah seluas 1.100 hektare.

Baca Juga: Dibanderol Harga Rp 1,99 Juta, Redmi 13 Bikin Auto Glow Up dengan Kamera 108 MP: Cek Spesifikasi Lengkapnya

Meliputi Kecamatan Delanggu, Juwiring dan Wonosari.

“Harapan petani bisa tetap mendapatkan akses air (di musim kemarau) untuk kegiatan pertanian,” terang Rama.

“Terlebih lagi Delanggu, Juwiring dan Wonosari sebagai penyangga pangan untuk Jawa Tengah. Kami mendorong untuk dilaksanakan perawatan saluran irigasi karena begitu berdampak pada tiga wilayah tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rama menjelaskan, aksi kolektif yang dilakukan itu sesuai dengan tema peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, yakni restorasi lahan, penggurunan dan ketahanan terhadap kekeringan.

Terlebih lagi dalam waktu dekat juga akan memasuki musim kemarau sehingga perlu dilakukan mitigasi.

Menurut Rama, Bendung Suplesi Blambangan tak lepas dari ancaman seperti kerusakan, sedimentasi dan sampah.

Sebab itu, pihaknya mendorong berbagai pihak untuk melakukan perawatan secara kolektif. Tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah saja.

 “Tetapi perlu aksi kolektif untuk keberlanjutan sumber daya air. Untuk bendungan itu berada di Sungai Jebol yang mendapatkan suplesi dari pusur. Tetapi aliran dari Sungai Jebol itu hulunya dari daerah Cokro,” urai Rama. (ren/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#klaten #saluran irigasi #Bendung Suplesi Blambangan #hari lingkungan hidup #Polanharjo