RADARSOLO.COM- Seekor sapi milik Kepala Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan Heru Pramana dibeli Presiden Joko Widodo untuk kurban pada Idul Adha.
Sapi berjenis simental ini memiliki bobot 8 kuintal atau 800 Kg. Sapi itu dikirim untuk masjid di Laweyan, Solo pada Minggu (16/6/2024).
“Ya benar, sapi milik pak kades dibeli oleh bapak presiden. Dua minggu sebelumnya memang sudah dipantau. Kemudian minggu ini jadi dibeli dengan harga Rp 70 juta,” jelas Susilo, 46, yang merawat sapi yang dibeli presiden, saat ditemui Radarsolo.com, Sabtu (15/6).
Susilo menjelaskan, sapi yang dibeli oleh Presiden Joko Widodo itu sudah dipelihara selama 1,5 tahun. Menjadi sapi dengan bobot terberat di kandang milik Kades Cucukan di antara 60 ekor lainnya.
Susilo mengatakan, pembelian hewan kurban berupa sapi oleh Presiden Jokowi baru pertama kali di Desa Cucukan. Mengingat sebelumnya, hanya memenuhi permintaan untuk tingkat provinsi maupun pengiriman ke Jakarta.
“Kalau tanggapan dari keluarga pak kades yang sangat bahagia, karena dibeli langsung oleh presiden,” tambah Susilo.
Disinggung terkait perawatan sapi yang dibeli presiden itu sebelumnya membutuhkan biaya ekstra.
Terutama dalam pemberian pakan yang menggunakan ampas tahu, kosentrat, growol dan dedak. Rata-rata dibutuhkan biaya Rp 30.000-Rp 40.000 per hari.
Selain soal pakan, hal yang diperhatikan terkait kesehatan. Seperti pemberian obat cacing setiap tiga bulan sampai enam bulan. Kemudian pemberian vitamin setiap dua bulan sekali.
Terlebih lagi secara rutin terdapat pemeriksaan kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klatem.
“Untuk sapi yang dibeli oleh presiden ini belum pernah terkena penyakit mulut dan kaki (PMK). Begitu juga belum pernah terkena lumpy skin diseases (LSD). Jadi kesehatannya benar-benar dijaga,” ujar Susilo.
Susilo mengungkapkan, ada sejumlah keuntungan yang akan didapat ketika membeli hewan kurban sapi jenis simental dibandingkan lainnya.
Mengingat makannya cukup lahap sehingga berpengaruh pada bobotnya hingga satu ton dalam waktu tiga tahun.
Sementara itu, putra dari Kades Cucukan, Adam Kamandaru, 27, mengaku kaget sapi yang dipelihara oleh keluarganya dibeli oleh Presiden Jokowi. Terlebih lagi bisa sampai mengetahui keberadaan sapi simental di Desa Cucukan.
“Senang juga dibeli oleh presiden. Tidak menyangka saja, kok bisa sampai tahu tempat ini. Padahal daerahnya pelosok,” jelas Adam.
Lebih lanjut, Adam mengaku, selama ini juga membantu ayahnya dalam merawat puluhan ekor sapi itu ketika sedang libur bekerja.
Staf Sekretariat Presiden sempat melakukan pengecekan terhadap sapi yang dibeli Presiden Jokowi tersebut dengan mendatangi langsung kandang ternak.
“Kedatangan kami untuk melihat sapi yang dibeli presiden, untuk wilayah Surakarta. Satu ekor saja,” ujar Rusmawan dari Staf Kepresidenan tersebut.(ren/bun)
Editor : Kabun Triyatno