RADARSOLO.COM – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) online di Klaten sudah berakhir Jumat lalu (14/6). Masih ada 22 SMP negeri belum terpenuhi kuota siswanya. Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten akhirnya ambil kebijakan membuka pendaftaran offline.
“Total kuota PPDB SMP negeri di Klaten ada 14.144 siswa. Namun baru tertampung sekira 13.000 siswa. Total kekurangan 1.144 siswa,” jelas Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdik Klaten Guritno, Senin (17/6).
Guritno mengatakan, SMP negeri yang paling banyak kekurangan siswa baru adalah SMP Negeri 2 Bayat sebanyak 153 siswa. Disusul SMP Negeri 3 Cawas yang mengalami kekurangan 108 siswa baru. Sedangkan kekurangan paling sedikit berada di SMP Negeri 6 Klaten sejumlah lima siswa.
“Jadi begitu kami menerima data itu, langsung mengeluarkan surat edaran per tanggal 15 Juni ke seluruh satuan pendidikan negeri. Bagi sekolah yang belum memenuhi kuota untuk membuka PPDB secara offline hingga terpenuhi,” jelas Guritno.
Guritno menjelaskan, keberadaan SMP negeri merupakan fasilitas yang disediakan pemerintah. Terlebih lagi diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal dengan kuota yang ada.
Dalam pelaksanaan PPDB secara offline bagi siswa baru tidak ada pembatasan. Hanya saja disarankan sampai tahun ajaran baru sehingga pendaftaran bisa langsung dilaksanakan di sekolah masing-masing hingga kuotanya terpenuhi.
“Kami upayakan secara maksimal (diharapkan tidak ada kursi yang kosong). Sebab, ini (SMP negeri) kan fasilitas yang disediakan pemerintah. Ini wujud kehadiran pelayanan dasar pendidikan dari pemerintah. Akan lebih baik kalau dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Guritno.
Sementara itu, Kepala Disdik Klaten Titin Windiyarsih mengharapkan seluruh anak di Klaten harus bersekolah. Terutama mengisi kuota siswa baru di 22 SMP negeri yang masih membuka PPDB secara offline.
Baca Juga: Terkena Hipnotis, Nenek di Sragen Ini Kehilangan Lima Sertifikat Tanah hingga Uang Puluhan Juta
“Jangan sampai ada anak yang tidak tertampung di mana pun. Usia anak sekolah SMP bisa diterima di SMP negeri. Seperti itu harapan saya,” jelas Titin.
Titin memastikan, seluruh SMP negeri di Klaten telah terjamin mutunya. Calon siswa tidak usah berkecil hati apabila tidak diterima di SMP negeri yang diinginkan.
“Semua sekolah, gurunya sudah berstandar. Terlebih lagi sudah berkompeten. Sekarang tinggal orang tua bagaimana memacu anak untuk mau belajar. Semua sekolah itu favorit,” tegas Titin. (ren/bun)
Editor : Kabun Triyatno