RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten telah menargetkan angka stunting turun menjadi 10 persen. Hal itu langsung direspons oleh jajaran Koramil 24/Klaten Utara Kodim 0723/Klaten dengan pembinaan stunting.
Danramil 24/Klaten Utara Kapten Inf Eka Atmaja menjelaskan, kegiatan pembinaan stunting dengan menggelar pemberian bantuan makanan nutrisi secara door-to-door bersama bidan desa kepada balita yang kekurangan gizi. Salah satunya yang dilaksanakan di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten utara mulai 12 Juni lalu.
”Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengatasi masalah stunting di wilayah tersebut. Maka itu pentingnya pemantauan dan pemberian makanan tambahan bergizi bagi anak-anak yang terkena stunting,” ujar Eka yang juga menjabat sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), Selasa (18/6).
Eka menegaskan pentingnya pemantauan dan pemberian makanan tambahan bergizi bagi anak-anak stunting. Diharapkan dapat memacu tumbuh kembang balita agar saat mereka berumur lima tahun nanti tidak tercatat lagi sebagai anak stunting.
”Dengan pendekatan door-to-door, kami dapat secara langsung memantau kondisi balita yang terkena stunting. Termasuk memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Eka.
Selain pemberian makanan tambahan, kegiatan tersebut juga mencakup edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya asupan gizi seimbang. Termasuk terkait cara merawat anak agar tumbuh sehat.
Kegiatan pembinaan stunting tersebut merupakan bagian dari komitmen Koramil 24/Klaten Utara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terutama angka stunting di Kecamatan Klaten Utara dapat berkurang secara sigifikan.
”Kami berharap dengan upaya ini, anak-anak di wilayah kami dapat tumbuh sehat dan terbebas dari masalah stunting di masa mendatang," jelasnya.
"Kerja sama dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat yang sangat diperlukan untuk mewujudkan hal ini (penurunan angka stunting),” tandasnya. (ren/adi)
Editor : Adi Pras