Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sambangi Desa Terdampak Tol Solo-Jogja di Gatak, Bupati Klaten Serap Sekaligus Beri Solusi Keluhan Warga

Angga Purenda • Kamis, 20 Juni 2024 | 23:10 WIB
Bupati Klaten Sri Mulyani saat melakukan sambang warga di Desa Gatak, Kecamatan Ngawen, Klaten, Kamis (20/6/2024).
Bupati Klaten Sri Mulyani saat melakukan sambang warga di Desa Gatak, Kecamatan Ngawen, Klaten, Kamis (20/6/2024).


RADARSOLO.COM-Bupati Klaten Sri Mulyani kembali melakukan Sambang Warga di Desa Gatak, Kecamatan Ngawen, Klaten, Kamis (20/6/2024).

Didampingi Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya dan jajaran Pemkab Klaten, Sri Mulyani menyerap aspirasi warga Desa Gatak.

Seperti diketahui, Desa Gatak adalah salah satu daerah terdampak proyek Tol Solo-Jogja yang masih dalam proses pembangunan.

Hal itu menjadi perhatian bagi Sri Mulyani untuk menyerap berbagai keluhan yang dirasakan masyarakat.

“Sementara itu (keluhan akibat terdampak tol) tidak ada. Dari pihak desa hanya minta jalan poros desa dan jalan pertanian," ujar Bupati Klaten Sri Mulyani usai acara sambang warga.

"Tapi tadi saya sampaikan, karena di sini cukup banyak wilayah kena tol, sehingga masyarakat bisa menyampaikan keluhan kepada camat, sekretaris daerah (Sekda) dan bupati,” lanjutnya.

Keluhan yang masuk terkait akibat dampak jalan tol akan dibawa ke rapat besar dengan pelaksana proyek tol.

Menurut Sri Mulyani, dalam menyampaikan keluhan, tidak perlu dengan demonstrasi.

Tetapi bisa disampaikan ke pihak terkait sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

Di sisi lain, Mulyani siap memperjuangkan pemanfaatan rest area Jalan Tol Solo-Jogja yang akan dibangun di Klaten.

Terutama untuk menampilkan berbagai produk UMKM lokal sehingga potensi Klaten lebih dikenal secara luas.

“Rest area ini kan program nasional, saya tumpangi untuk menampilkan UMKM di Klaten. Khususnya di rest area yang hendak dibangun,” terang bupati Klaten.

Sri Mulyani mengapresiasi antuasias warga Desa Gatak yang mengikuti rangkaian acara sambang warga.

Terlebih lagi memanfaatkan berbagai pelayanan yang dihadirkan ke Desa Gatak.

Seperti pengecekan kesehatan dari RSUD Bagas Waras Klaten hingga administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Klaten.

“Masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang mereka peroleh. Pelayanan di kabupaten, kami bawa ke desa. Mereka cukup senang. Acaranya meriah dan tidak menoton. Ada hiburannya, keseniannya, dan potensi di Desa Gatak juga ditampilkan,” ungkap bupati Klaten.

Kepala Desa (Kades) Gatak Sumarno menjelaskan, ada sejumlah permintaan dari pemerintah desa dalam Sambang Warga kali ini.

Mulai rehab untuk kantor desa dan gedung pertemuan. Lalu Sendang Gatak dan jalan usaha tani.

“Kantor desanya memang perlu renovasi dan pengembangan dengan situasi saat ini. Untuk kantor desa sudah lama dan belum pernah direhab,” ujar Sumarno.

Kades berharap, pemkab memberikan perhatian terhadap pengembangan sendang.

Terlebih lagi akses jalan menuju ke sendang masih berupa tanah.

Pemerintah desa berencana mengembangkan sendang menjadi tempat wisata berdaya tarik khas.

“Untuk luas sendang 20x5 meter. Kondisinya masih alami, sudah ada sekatnya, tapi belum maksimal. Dicoba untuk sumur dalam tapi belum optimal,” katanya. (ren/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#klaten #Ngawen #sambang warga #tol solo-jogja #desa gatak #bupati sri mulyani