Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

DPRD Klaten Sosialisasikan Perda Pembinaan Ideologi Pencasila dan Wawasan Kebangsaan yang Menyasar Anak Muda, Ini Alasannya

Angga Purenda • Selasa, 2 Juli 2024 | 01:59 WIB
Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

RADARSOLO.COM-DPRD Klaten telah melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Dilaksanakan unsur pimpinan dan anggota DPRD pada 24-28 Juni 2024 dengan menjadi narasumber di sejumlah desa di Klaten.

Dalam penyelenggaraanya, kegiatan sosialisasi itu diikuti seluruh elemen masyarakat di desa setempat.

Mulai dari tokoh masyarakat hingga karang taruna untuk bisa disebarluaskan ke lingkup RW maupun RT.

Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan, penetapan Perda tersebut dilatarbelakangi penyiapan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Mengingat mereka yang akan menjadi tulang punggung dan ujung tombaknya.

“Bagaimana menjadi Indonesia Emas 2045 kalau hari ini perpecahan bangsa terlihat nyata. Begitu juga radikalisme juga terlihat nyata. Karakteristik anak muda juga mulai bergeser,” ujar Hamenang kepada radarsolo.com, Senin (1/7/2024).

Hamenang mengungkapkan, wawasan kebangsaan pada jiwa generasi muda sudah mulai luntur.

Maka itu, apabila hanya menunggu instruksi dari pemerintah pusat, akan terlambat dalam membangun generasi muda yang berideologi Pancasila.

“Jadi kami mengejar perda tersebut (disahkan). Kemudian kami sosialisasikan,” kata ketua DPRD Klaten

“Dengan adanya perda ini, minimal generasi muda di Klaten berkualitas lagi. Terutama untuk pemahaman pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan,” lanjut dia.

Disinggung lunturnya pemahaman Ideologi Pancasila pada anak muda karena perkembangan teknologi informasi (TI), Hamenang mengatakan, TI ibarat pisau bermata dua.

Baca Juga: Masa Jabatan Tinggal Dua Bulan, DPRD Klaten Fokus Bahas Tiga Raperda

Di satu sisi berdampak positif karena adanya gadget dan saluran internet yang cepat serta mudah.

Di sisi lain, menjadikan anak muda ada yang bergaya kebarat-baratan, korea-koreaan dan sebagainya.

Photo
Photo

“Senang boleh, gemar juga boleh. Tapi jangan sampai pada porsi mencintai. Kemudian kalau sudah mencintai akan susah,” tegas Hamenang.

Hamenang menegaskan, pihaknya tidak melarang anak muda menggemari budaya dari luar.

Tetapi cinta terhadap Indonesia jangan sampai luntur akibat tidak paham ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.

“Jangan sampai kemudian dasar negara tidak paham. Kemudian karakteristik bangsa kita tidak paham. Bagaimana Bhinneka Tunggal Ika, bagaimana itu Pancasila,” urainya.

“Jika hidup sesama bangsa saja tidak bisa bertoleransi, mau jadi bangsa apa kedepannya,” imbuh Hamenang.

Menurut Hamenang, menjadi percuma secara ekonomi dan perkembangan TI bagus, tetapi kehidupan berbangsanya rapuh.

Generasi muda yang diandalkan menjadi fondasi utama juga akan mudah roboh. (ren/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Hamenang Wajar Ismoyo #Perda Pembinaan Ideologi Pencasila dan Wawasan Kebangsaan #sosialisasi #dprd klaten #indonesia emas