RADARSOLO.COM- Pemilihan Ketua RW digelar di Desa Japanan, Kecamatan Cawas, Klaten pada Minggu (7/7). Diikuti warga Dusun Karantal dan Kutorejo untuk memilih siapa yang menjadi Ketua RW 02.
Menariknya, pemilihan Ketua RW 02 yang terdapat enam calon itu layaknya saat proses pemungutan suara dalam pemilu.
Yakni memberikan suaranya pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan mencoblos di bilik suara.
Ada enam kandidat calon yang bisa dipilih dari warga RW 02 yakni Hendhi Adhitama, Nilan Sudrajat, Masturi, Dwi Wasono, Arif Yudhi Purnomo dan Rian Ari Utomo.
Sedangkan untuk daftar pemilih tetap (DPT) berjumlah 317 orang yang terdiri dari laki-laki 156 orang dan Perempuan 151 orang.
Warga yang hendak memberikan suaranya diminta untuk sarapan terlebih dahulu ketika sampai di TPS.
Kemudian surat undangan yang dibawa diserahkan ke petugas untuk didaftar ulang. Sesuai antrian, secara bergantian warga mencoblos di empat bilik suara yang disediakan.
Usai mencoblos, surat suara dimasukan dalam kotak suara yang sudah disediakan. Sedangkan di tahapan akhir, pemilih diminta menempelkan jarinya di stemple tinta. Hal itu sebagai bukti yang bersangkutan sudah menggunakan hak pilihnya.
Pemungutan suara yang dilaksanakan sejak pukul 08.00 itu berakhir pada Pukul 11.00. Kemudian panitia melakukan penghitungan suara.
Ada pun pemilihan Ketua RW 02 itu dimenangkan oleh Masturi dengan perolehan 91 suara. Dari total 261 surat suara sah yang masuk ke kotak suara.
Kepala Dusun (Kadus) III Pemerintah Desa Japanan Sigit Waluyo mengungkapkan, dilakukannya pemilihan Ketua RW secara langsung oleh warga.
Hal ini dilatarbelakangi dari sistem pemilihan sebelumnya. Mengingat proses pemilihan sebelumnya hanya oleh sebagian kecil warga saja.
“Kemudian pengurus berinisiatif agar semua ikut bertanggungjawab memilih pemimpin. Maka dibentuklah pemilihan dibuat mirip dengan pemilu agar menjadi pembelajaran demokrasi,” ujar Sigit yang juga ketua panitia dari pemilihan Ketua RW 02 tersebut.
Lebih lanjut, Sigit mengungkapkan, untuk pemilihan Ketua RW tersebut akan menjadi agenda rutin yang direncanakan digelar setiap tiga tahun sekali. Terlebih lagi partisipasi masyarakat untuk mengikuti pemilihan Ketua RW juga tinggi.
“Mengingat RW sesuatu yang penting bagi masyarakat, pemilihan ini sebagai wujud tanggungjawab memilih pemimpin. Sekaligus menjadi pembelajaran proses demokrasi bagi masyarakat,” ujarnya.(ren)
Editor : Kabun Triyatno