RADARSOLO.COM - Klaten Coffee Festival kembali digelar pada tahun ini di Alun-alun Klaten selama dua hari pada Sabtu-Minggu (13-14/7/2024).
Penyelenggarannya event ini dikolaborasikan dengan gelaran Pemilihan Mas dan Mbak Klaten 2024 di lokasi yang sama.
Acara ini diikuti 20 stand yang merupakan kedai kopi di Klaten yang menyajikan berbagai minuman kopi arabika dan robusta dengan cita rasa yang khas.
Event ini dimeriahkan dengan lomba menyeduh kopi yang diikuti 60 peserta dari sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jogjakarta.
“Melalui festival ini kami ingin mengenalkan produk kopi dari UMKM. Khususnya yang ada di lereng Merapi maupun seluruh wilayah Klaten. Harapannya mulai dikenal dan masyarakat tertarik untuk ngopi,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Dinas Koperasi, UKM dan Perdagngan (DKUKMP) Klaten Itok Yulianta, Sabtu (14/7/2024).
Lebih lanjut, Itok mengungkapkan, pemilihan lokasi di alun-alun dan dikolaborasikan dengan acara lainnya agar promosi kopi lokal asal Klaten lebih maksimal. Terlebih lagi lokasinya mudah diakses masyarakat.
Di sisi lain, pengunjung bisa menikmati kopi sambil melihat hiburan yang ditampilkan di pusat kota itu.
Seperti tampak pada Sabtu (14/7/2024) malam pengunjung memadati alun-alun sambil menikmati kopi dengan duduk yang disediakan.
Tampilan dari stand juga cukup unik karena menampilkan ikon-nya masing-masing selama berjualan kopi.
Selain itu ada peserta Klaten Coffee Festival yang membawa sepeda karena selama ini berjualan kopi dengan mengayuh mengelilingi Klaten.
Tidak hanya itu saja, ada juga peserta yang membawa sepeda motor hingga kendaraan seperti bajai.
“Hal yang diharapkan dari gelaran ini, teman-teman UMKM khususnya di bidang kopi mulai dikenal. Mulai belajar untuk mempromosikan produknya. Dari bentuk biji hingga yang sudah siap diseduh bisa dikenal di seluruh wilayah Indonesia. Syukur-syukur bisa ekspor,” ujar Itok.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Ahmad Sulistyo berkesempatan mengenalkan Kopi Petruk dari daerahnya di lereng Merapi dalam gelaran festival tersebut. Dirinya pun mengapresiasi acara yang digelar di Alun-alun Klaten itu.
“Untuk konsepnya sudah cukup bagus karena didampingi dengan acara seperti Pemilihan Mas dan Mbak Klaten. Apalagi yang datang juga pengunjung dari luar kota. Ini menjadikan mereka tahu akan potensi kopi di Klaten,” ujar Ahmad.
Penyeduh kopi on the street dari Ngopi Disini, Angga Purnama juga mengapresiasi gelaran Klaten Coffee Festival tersebut. Menjadikan pelaku UMKM khususnya kopi di bisa dikenal secara luas.
“Termasuk seperti berjualan kopi seperti saya dengan keliling menggunakan sepeda menjadi lebih dikenal. Ini sangat membantu kami di tengah gempuran brand besar perkopian di Klaten. Memberikan wawasan kepada pengunjung bahwa banyak alternatif kok untuk menikmati kopi. (ren)
Editor : Damianus Bram