RADARSOLO.COM - SMAN 1 Cawas, Klaten mengambil sikap terhadap siswa yang menceburkan ketua OSIS Fajar Nugroho ke kolam hingga terjadi insiden kesetrum, Senin (8/7/2024) lalu.
Seperti diketahui, Ketua OSIS SMAN 1 Cawas Fajar Nugroho meninggal usai tersetrum di dalam kolam ikan sekolah. Insiden ini terjadi saat korban merayakan ulang tahunnya.
Dia diceburkan ke kolam oleh teman-temannya. Namun di luar dugaan, saat akan naik dari kolam tak sengaja menyenggol kabel pompa pancuran yang mengelupas. Akibatnya, Fajar Nugroho kesetrum hingga meninggal. Pihak sekolah saat ini sudah mengambil sikap terhadap rekan-rekan korban tersebut.
Kepala SMAN 1 Cawas Arik Sulistyorini menjelaskan, siswa yang menceburkan Fajar Nugroho ke kolam ikan tetap mendapatkan hak pembelajaran. Mereka aman dari sanksi sekolah karena kejadian kesetrum itu di luar dugaan.
”Saya sebagai kepala sekolah, menjamin 100 persen bahwa tidak ada pengeluaran (terhadap siswa). Tidak kami keluarkan anak tersebut. Tetap kami rangkul, kami ajak untuk belajar bersama kembali di sini (SMAN 1 Cawas),” ujar Arik, Sabtu (13/7/2024).
cawasBaca Juga: Bupati Klaten Sri Mulyani Kunjungi Rumah Duka Almarhum Ketua OSIS SMAN 1 Cawas
Arik mengakui, tidak mudah untuk mengajak siswa yang terlibat dalam kejadian untuk belajar di sekolah kembali. Mengingat kondisi mereka masih trauma melihat temannya meninggal.
”Hanya saja memang butuh pembinaan dan pendampingan. Dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sudah datang. Tetapi sekolah tetap melakukan komunikasi dengan orang tuanya,” ujar Arik.
Arik menyebutkan, saat kejadian, terdapat sekira 30 siswa yang ada di sekolah. Hanya saja mereka berada di beberapa ruangan. Jadi tidak seluruhnya mengetahui peristiwa meninggalnya Ketua OSIS SMAN 1 Cawas Fajar Nugroho tersebut.
”Mereka masih syok. Nanti KPAI akan memberikan pendampingan secara psikologis. Saat itu memang banyak siswa (saat di kejadian),” ujar Arik. (ren/adi)
Editor : Adi Pras