RADARSOLO.COM – Anggota perguruan silat berinisial M, 45, warga Mojosongo, Boyolali yang menjadi korban penganiayaan masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Surakarta. Kapolres Klaten AKBP Warsono bersama jajaran sempat menjenguk pada Rabu (17/7).
M dianiaya sejumlah orang di Jalan Cokro-Delanggu, Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Jumat (12/7) tengah malam usai pengesahan sebagai anggota perguruan silat.
”Kami berkunjung untuk menjenguk korban kejadian di Polanharjo kemarin. Kami berada di RSUD Dr. Moewardi bersama pihak keluarga korban,” ujar Kapolres Klaten AKBP Warsono, Kamis (18/7).
Kapolres mengungkapkan, kondisi korban saat ini sudah membaik. Diharapkan segera pulih. Terlebih lagi segera bisa memberikan keterangan untuk proses penyelidikan dan penyedikan.
”Kami sampaikan bahwa korban saat ini sudah berangsur membaik kondisinya. Kami doakan semoga terus semakin membaik dan bisa berkomunikasi dengan kita untuk memberikan keterangan-keterangan mengenai kejadian tersebut,” jelas Warsono.
Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Yulianus Dica Ariseno Adi menambahkan, penyelidikan kasus penganiyaan ini mendapatkan dukungan dari Polda Jawa Tengah (Jateng).
”Kami di-backup sama Polda Jateng dengan menyisir closed circuit television (CCTV),” ujar Yulianus.
Yulianus mengimbau masyarakat bisa menahan diri pasca kejadian tersebut. Dia mempercayakan penanganan pada pihak kepolisian.
”Biarkan kami yang bekerja. Prinsipnya kami sampai saat ini serius dalam penyelidikan untuk mengungkap kasus dengan di backup Polda Jateng,” ujar Yulianus.
Sementara itu, istri korban, Siti Supatmi, memohon doa bagi kesembuhan suaminya. Dia juga memiliki permohonan khusus kepada masyarakat agar menghapus postingan video terkait kondisi korban saat kejadian.
”Tolong yang memiliki unggahan (video) tentang kejadian itu tolong dihapus. Jangan sampai diunggah. Itu sangat menyakitkan keluarga kami,” ujar Siti. (ren/adi)
Editor : Adi Pras