RADARSOLO.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten terus menggencarkan gerakan gemar makan ikan. Mengingat angka konsumsi ikan di Klaten masih rendah dibandingkan dengan provinsi maupun nasional.
Berdasarkan data DKPP Klaten, angka konsumsi ikan di Klaten baru 23,42 kilogram (kg) per kapita per tahun.
Tetapi masih di bawah angka konsumsi ikan Provinsi Jawa Tengah yakni 38,83 kg per kapita per tahun dan nasional 56,42 kg per kapita per tahun.
Sementara itu, untuk produksi ikan di Klaten per tahunnya mencapai 30.300 ton per tahun. Sedangkan untuk kebutuahannya hanya 19.900 ton per tahun. Hal itu menjadikan Klaten masih surplus terkait produksi ikan.
”Kami terus meningkatkan dan mengedukasi pemahaman masyarakat terkait konsumsi ikan. Soalnya angka konsumsi ikan kita lebih rendari dari provinsi dan nasional. Itu yang menjadi pekerjaan rumah (PR) kita,” ujar Kepala DKPP Klaten Widiyanti, Selasa (23/7/2024).
Lebih lanjut, Widiyanti mengungkapkan, terkait rendahnya angka konsumsi ikan di Klaten bukan karena aspek produksi. Tetapi dari aspek perilaku atau kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi ikan masih rendah.
”Kami pernah melakukan komunikasi dengan masyarakat, dikarenakan harga mahal. Tapi sebenarnya hanya kebiasaan saja. Kalau soal mahal itu, kan bisa dialihkan dengan konsumsi ikan dengan harga tidak terlalu mahal seperti lele dan teri,” ujar Widiyanti.
Bupati Klaten Sri Mulyani mengakui daya beli dan konsumsi ikan masih tergolong rendah. Padahal dari aspek produksi begitu melimpah hingga surplus.
”Saya harapkan ibu PKK juga ikut serta mensosialisasikan terkait pentingnya anak-anak mengonsumsi ikan yang begitu bergizi,” ujar Mulyani. (ren/adi)
Editor : Adi Pras