Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ribuan Warga Padati Gelaran Kirab Budaya dan Pembangunan: Ajang Lestarikan Budaya Lokal dan Menggerakan Perekonomian Klaten

Tri wahyu Cahyono • Senin, 19 Agustus 2024 | 21:39 WIB
Penampilan sejumlah peserta kirab budaya di Jalan Pemuda, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten.
Penampilan sejumlah peserta kirab budaya di Jalan Pemuda, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten.


RADARSOLO.COM-Ribuan warga Klaten memadati sepanjang Jalan Pemuda untuk menyaksikan kegiatan kirab budaya yang berlangsung dua hari pada Minggu (18/8) dan Senin (19/8/2024).

Pada hari pertama menghadirkan kirab budaya, terdiri 32 kontingen yang berasal dari 26 kecamatan.

Sedangkan pada hari kedua dilaksanakan kirab pembangunan yang terdiri 44 kontingen yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten.

Begitu juga BUMD dan BUMN yang menghadirkan mobil hias dengan berbagai potensi unggulannya. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing.

Kirab budaya dan pembangunan sendiri merupakan rangkaian kegiatan guna memeriahkan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Dimulai dari Taman Lampion, Kecamatan Klaten Utara hingga sampai panggung utama yang berada di simpang lima Klaten Town Square (Klatos).

“Para kontingen yang ikut serta kirab budaya dan pembangunan ini mulai dari tarian tradisi, marching band hingga fragmen cerita singkat asal usul daerah,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaaan Olahraga dan Pariwisata (Dibudporapar) Klaten Sri Nugroho, Senin (19/8).

Lebih lanjut, Sri Nugroho mengungkapkan, bahwa karnaval digelar untuk mengisi kemerdekaan RI.

Terutama bagi generasi muda untuk bisa memahami para luluhur dan pandahulu untuk meneruskan perjuangan pasca kemerdekaan.

“Tidak hanya memperingati saja, tetapi bagaimana bisa bersama-sama bisa mengisi kemerdekaan ini dengan semangat dan harapan baru. Termasuk mensyukuri atas kemerdekaan yang didapat,” tambah Sri Nugroho.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono mengapresiasi atas gelaran kirab budaya dan pembangunan yang digelar di jalan protokol tersebut.

Terlebih lagi, kegiatan tersebut merupakan bagian dari nikmat syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sekaligus melestarikan budaya lokal di Klaten.

Baca Juga: Kuatkan Pembinaan Ideologi Pancasila: BPIP Gandeng Pemkab Klaten Teken Nota Kesepakatan

“Harapannya dengan kegiatan ini, budaya masing-masing kecamatan bisa kita lestarikan. Roda perekonomian juga bisa bergerak,” ujar Jajang.

Pada kesempatan yang sama, Jajang merasa bangga karena animo masyarakat untuk menyaksikan kirab budaya sangat banyak.

Penampilan kesenian reog Ponorogo ikut meriahkan kirab budaya di Klaten.
Penampilan kesenian reog Ponorogo ikut meriahkan kirab budaya di Klaten.

Dirinya juga mengajak masyarakat Klaten untuk terus memeriahkan dan menyemarakkan seluruh event yang diselenggarakan oleh Pemkab Klaten.

Alhamdulillah sangat meriah. Animo masyarakat sangat banyak. Event-event yang diselenggarakan oleh Pemkab Klaten masih banyak. Saya berharap masyarakat bisa terus memeriahkan berbagai kegiatan yang digelar,” ujar Jajang.

Menurut Jajang, karnval yang diselenggarakan selama dua hari itu menjadi momen penting dalam mengisi HUT ke-79 RI. Begitu juga bagian dari melestarikan budaya lokal yang ada di Klaten.

“Apalagi Klaten in ikan budayanya banyak sekali. Ini menjadi kewajiban kita untuk nguripke, ngurupke dan ngirapke budaya,” tambah Jajang.(ren/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#RI #hut kemerdekaan #kirab budaya #pemkab klaten #Pembangunan