Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Fragmen Arca Situs Krapyak di Klaten yang Sempat Ditemukan Mendadak Hilang, Diduga Diperjualbelikan

Angga Purenda • Rabu, 4 September 2024 | 23:54 WIB
Fragmen arca di Situs Krapyak, Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan, Klaten yang hilang. Foto diambil pada 2019. (Angga Purenda/Radar Solo)
Fragmen arca di Situs Krapyak, Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan, Klaten yang hilang. Foto diambil pada 2019. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Fragmen arca di Situs Krapyak, Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan, Klaten yang disimpan warga setempat hilang.

Hal itu diketahui saat pegiat cagar budaya asal Klaten Hari Wahyudi mendatangi lokasi penyimpanan fragmen arca tersebut beberapa waktu lalu.

Kedatangannya ke Situs Krapyak sebenarnya untuk mengecek objek diduga cagar budaya (ODCB) di lokasi tersebut. Tetapi ketika ingin melihat fragmen arca yang pernah ditemukan warga pada tahun 2000 lalu, sudah tidak ada di lokasi.

”Saya tahunya fragmen arca itu hilang ya secara kebutulan saja. Karena waktu itu berkunjung untuk melihat ODCB yang ditemukan di Makam Krapyak. Termasuk ke rumah warga yang menyimpan dua batu makara dan batu kulit candi dan fragmen arca,” ujar Hari kepada Radarsolo.com, Rabu (4/9/2024).

Hari mengungkapkan, warga menyebut fragmen arca sudah hilang belum ada satu tahun ini. Setahu Hari dahulunya fragmen arca tersebut dibungkus dengan karung bagor yang diletakan di salah satu sudut rumah warga tersebut.

Hingga akhirnya didapatkan informasi bahwa dahulunya juga banyak ODCB yang ditemukan di sekitar lokasi tersebut. Tetapi akhirnya hilang karena diduga diperjualbelikan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

”Seluruh ODCB yang ada di Krapyak ini jauh-jauh hari sudah saya laporkan ke pihak terkait. Tetapi tidak ada tindak lanjutnya,” ujar Hari.

Hari menjelaskan, fragmen arca yang hilang itu ditemukan waktu pembangunan masjid yang tak jauh dari Makam Krapyak sekira tahun 2000. Dia mengaku belum bisa mengidentifikasi fragmen arca tersebut. Mengingat yang masih utuh hanya bagian pinggul ke bawah. Sedangkan bagian tubuh hingga kepala sudah tidak ada sejak pertama kali ditemukan.

”Dinamakan fragmen karena tidak utuh, itu penyebutannya. Tapi dari sikapnya, kami tahu, itu sikap sattwaparyankasana. Jadi dia duduk bersila dengan kaki kanan ditumpangkan di atas kaki kiri. Begitu juga duduk bersila di atas padma ganda. Meski saya belum tahun fragmen arca itu tokoh siapa, tetapi saya lebih cenderung itu arca Budha,” jelas Hari.

Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olaharaga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten Sri Nugroho mengungkapkan sampai saat ini belum menerima laporan baik secara lisan atau tertulis dari pihak pengelola.

“Memang keamanan tentang cagar budaya, apabila dikelola desa atau masyarakat sebaiknya untuk pengelolaan maupun keamanannya selalu diperhatikan. Apabila sudah melapor nanti kami menindaklanjuti koordinasi dengan pihak Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X,” ujar Sri Nugroho. (ren/adi)

 

Editor : Adi Pras
#cagar budaya #klaten #Objek Diduga Cagar Budaya #ODCB #arca #jogonalan