RADARSOLO.COM – PDAM Tirta Merapi Klaten membangun reservoir Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Klaten dengan kapasitas 750 meter kubik. Tempat penampungan air bersih yang dibangun sejak Maret itu diresmikan oleh Bupati Klaten Sri Mulyani pada peringatan HUT ke-47 PDAM Klaten pada Senin (9/9/2024).
Secara bersamaan juga diresmikan intake mata air Ingas Cokro yang memiliki kapasitas 130 liter per detik. Secara regulasi, PDAM Tirta Merapi Klaten juga sudah mengantongi surat izin pengambilan air (SIPA) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat (PUPR).
”Jadi untuk kajian-kajian teknis sudah dibuat oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Jadi izin yang kita peroleh kedepannya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Klaten,” ujar Direktur Utama PDAM Klaten Irawan Margono.
Irawan mengklaim, untuk reservoir yang dibangun milik PDAM Klaten yang paling besar. Diharapkan kedepannya bisa melayani kebutuhan air bersih bagi pelanggan yang berada di wilayah Kecamatan Pedan, Karangdowo dan Trucuk.
Sebelum ada pembangunan reservoir dan intake tersebut, PDAM Klaten menggunakan sumber air baku dari Umbul Ponggok, Umbul Nilo dan Umbul Besuki.
Harapannya dengan keberadaan reservoir itu bisa menambah cakupan layanan. Khususnya bisa menjangkau 10-13 ribu pelanggan di tiga kecamatan tersebut.
”Harapannya masyarakat yang ada tiga kecamatan yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih bisa terlayani. Menjadikan masyarakat dapat mengakses secara tepat. Termasuk mendukung program pembangunan derajat kesehatan masyarakat agar lebih baik,” ujar Irawan.
Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengharapkan dengan adanya reservoir yang baru saja dibangun bisa dimanfaatkan masyarakat.
”Itu reservoir terbesar di wilayah Klaten. Kami harapkan dengan reservoir yang kami bangun ini bisa dimanfaatkan masyarakat yang memang wilayahnya sulit mendapatkan air bersih yang sehat. Semoga segera terwujud,” ujar Mulyani.
Lebih lanjut, Mulyani mengungkapkan pendistribusian air bersih di wilayah lereng Merapi sudah sejak dari dulu tetapi belum sampai wilayah puncak. Terlebih lagi sudah ada SPAM Tangkil yang sudah mengailiri ke rumah 800 Kepala Keluarga (KK).
”Setiap tahunnya juga menganggarkan kepada pemerintah desa (di Kecamatan Kemalang) untuk membuat sumur dalam,” tambahnya. (ren/adi)
Editor : Adi Pras