Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Rumah Lansia di Jatinom Klaten yang Dihuni Bersama Anaknya Penyandang Disabilitas Ambruk, Begini Kondisinya

Angga Purenda • Kamis, 12 September 2024 | 02:34 WIB
Kondisi rumah lansia di Desa Krajan, Kecamatan Jatinom, Klaten yang roboh termakan usia, Rabu (11/9/2024). (Angga Purenda/Radar Solo)
Kondisi rumah lansia di Desa Krajan, Kecamatan Jatinom, Klaten yang roboh termakan usia, Rabu (11/9/2024). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Sebuah rumah tua di Desa Krajan, Kecamatan Jatinom, Klaten ambruk pada Rabu (11/9/2024) pagi sekira pukul 07.00. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radarsolo.com, rumah tua itu ditinggali Dwi Patmini, 60, bersama putranya yang merupakan penyandang disabilitas. Sedangkan bagian yang ambruk merupakan bagian dapur belakang.

Saat kejadian itu, Patmini sedang memasak air di dapur pada bagian depan rumah. Sedangkan anaknya juga berada di ruang kamar depan. Tetapi sebelum kejadian, korban sempat mendengar suara retakan dinding selama tiga menit.

Suara retakan itu juga sempat terdengar tetangga lainnya, hingga meminta Patmini untuk segera keluar menyelamatkan diri. Tetapi setelah sampai di luar rumah, bagian belakang kemudian ambruk.

Retakan pada dinding kediaman Patmini sudah terjadi sejak gempa bumi Gunungkidul beberapa minggu lalu. Tetapi tidak dilaporkan dan hanya disangga dengan bambu. Tetapi akhirnya ambruk.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, rumah Patmini memiliki luas 13 meter x 14 meter x 6 meter. Sedangkan bagian yang roboh 13 meter x 7 meter x 6 meter. Akibat bagian dapur belakang ambruk membuat kompor dan meja terkena tumpukan material bangunan.

”Saat gempa dulu sudah ada retakan. Ditambah kemarin hujan, jadi tadi pagi ambruk. Rumahnya sudah tua,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Klaten Syahruna, Rabu (11/9/2024).

Syahruna mengungkapkan, pasca ambruknya rumah Patmini langsung dilakukan pendataan. Termasuk upaya penanganan hingga kebutuhan mendesak yang perlu didistribusikan ke lokasi kejadian.

”Dari hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana BPBD, untuk perbaikan dibutuhkan reng, usuk, terpal dan logistik. Kami juga langsung lakukan koordinasikan dengan Camat Jatinomo juga,” tambah Syahruna. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#gunungkidul #klaten #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) #gempa bumi #jatinom #rumah tua #logistik #penyandang disabiliitas