Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sambangi Desa Blanceran, Bupati Klaten Sri Mulyani Resmikan Pendapa Pandawa

Angga Purenda • Kamis, 19 September 2024 | 18:33 WIB
Bupati Klaten Sri Mulyani meresmikan Pendapa Pandawa Desa Blanceran, Kecamatan Karanganom, Klaten, Rabu (18/9/2024).
Bupati Klaten Sri Mulyani meresmikan Pendapa Pandawa Desa Blanceran, Kecamatan Karanganom, Klaten, Rabu (18/9/2024).

RADARSOLO.COM-Bupati Klaten Sri Mulyani terus menyapa masyarakatnya melalui program Sambang Warga. Seperti yang dilaksanakan pada Rabu (18/9) di Desa Blanceran, Kecamatan Karanganom, Klaten.

Pada Sambang Warga ke-17 itu, Sri Mulyani meresmikan Pendapa Pandawa Desa Blanceran.

“Alhamdulillah sudah 17 desa di tahun ini kami kunjungi dalam kegiatan Sambang Warga. Masih ada sembilan desa yang belum,” ujar Sri Mulyani.

Di setiap Sambang Warga, bupati Klaten berusaha hadir di tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan kepala desa (Kades) maupun masyarakat.A

Aspirasi itu lantas ditampung dan akan direalisasikan sesuai prioritas dan anggaran yang ada.

“Setiap sambang warga, seluruh kepala desa mempunyai program dan aspirasi untuk menyelesaikan pembangunan yang sudah dilaksanakan oleh kepala desa. Sehingga saya targetkan harus segera selesai,” ujar Mulyani.

Saat ini masih ada pembahasan untuk anggaran murni 2025. Harapannya, ketika nanti program Sambang Warga selesai, maka aspirasi yang disampaikan kades maupun masyarakat bisa teranggarkan di 2025.

Pada Sambang Warga ke-17 itu, kades Blanceran mengajukan permintaan bantuan untuk pembangunan Pendapa Pandawa yang diresmikan bupati tersebut.

Pasalnya, gedung yang mulai dibangun sejak 2020 itu sempat terhenti karena terbentur anggaran dan baru 80 persen terbangun.

“Kami akan menampung permintaan tersebut. Untuk kemudian dianalisis oleh Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Klaten. Meski baru 80 persen terbangun, tetapi kondisi bangunan sudah cukup baik dan lokasinya juga strategis,” ujar Sri Mulyani.

Bupati Klaten berharap, dengan diresmikan Pendapa Pandawa, bisa segera menemukan titik terang terkait anggaran untuk kelanjutan pembangunan.

Selain itu, gedung yang luas itu juga dapat digunakan untuk berkegiatan seluruh masyarakat desa setempat.

Baca Juga: Lanjutkan Sambang Warga ke Desa Jombor, Bupati Klaten Sri Mulyani Banyak Menerima Aspirasi soal Pembangunan Gedung Serbaguna

Sementara itu, Kades Blanceran Bambang Heri Novianto menjelaskan, Pendapa Pandawa telah dibangun secara bertahap sejak 2020.

Sempat terhenti karena anggaran harus dipakai untuk pemulihan pasca Covid-19.

“Kami membangunnya secara bertahap. Anggaran yang sudah digunakan untuk membangun pendapa dan Kantor BUMDes sekira Rp 500 juta,” ujar Bambang.

Dia menargetkan pada 2025, pembangunan Pendapa Pandawa dapat terselesaikan.

Maka itu, Bambang meminta bantuan Pemkab Klaten untuk bisa menyelesaikan proyek pembangunan tersebut.

Penampakan Pendapa Pandawa yang begitu megah.
Penampakan Pendapa Pandawa yang begitu megah.

“Soalnya masih ada beberapa fasilitas yang belum ada. Seperti kamar mandi, taman dan lampu juga belum ada,” tambahnya.

Nantinya, pendapa tersebut akan digunakan untuk kegiatan masyarakat.

Mulai dari pengajian, pertemuan dan kegiatan lainnya.

Sebagai informasi, sebelum dibangun menjadi pendapa, dahulu merupakan lapangan sepada bola.

“Dikarenakan terlalu luas dan kurang maksimal dalam penggunaannya. Jadi kami alih fungsikan sebagian untuk pendapa,” ucap Bambang. (ren/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#karanganom #bupati klaten #Sri Mulyani #sambang warga #pendapa pandawa #desa blanceran