Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Paguyuban Sedulur Dawet Bayat Klaten Bagikan 4.000 Gelas Dawet, Habiskan 50 Kg Cendol

Angga Purenda • Senin, 7 Oktober 2024 | 04:55 WIB
Warga antre mendapatkan segelas dawet bayat di Lapangan Desa Bogem, Kecamatan Bayat, Minggu (6/10/2024). (Angga Purenda/Radar Solo)
Warga antre mendapatkan segelas dawet bayat di Lapangan Desa Bogem, Kecamatan Bayat, Minggu (6/10/2024). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Ratusan warga antre mendapatkan segelas es dawet gratis yang dibagikan di Lapangan Desa Bogem, Kecamatan Bayat, Klaten Minggu (6/10/2024). Total ada 4.000 gelas dawet yang dibagikan kepada warga dalam rangka merayakan Ulang Tahun (Ultah) ke-4 Paguyuban Sedulur Dawet Bayat (SDB).

Acara yang dikemas dalam Festival Bayat itu juga dimeriahkan dengan pembagian santunan kepada 24 anak yatim dan yatim piatu. Selain itu, kegiatan juga didukung 40 kelompok sound system yang memajang perlengkapan pengeras suara di lapangan. Mengingat juga ada hiburan musik dangdut.

Seperti diketahui, Desa Bogem menjadi sentra pedagang dawet di Klaten. Setidaknya, ada 40 pedagang yang menggantungkan hidupnya dari berjualan dawet. Tersebar di Klaten, Solo, Wonogiri, Jogja, dan Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).

”Dawet dari Bogem yang membuat istimewa itu bahan pembuatan cendolnya dari pati onggok. Teksturnya sendiri berserat,” ujar Ketua Paguyuban SDB Partisipasi saat ditemui di lokasi.

Partisipasi menjelaskan, dawet bayat yakni cendol terbuat dari pati onggok sudah menjadi ciri khas daerah setempat. Dipadupadankan dengan nangka, santan, juruh dari gula jawa. Memiliki cita rasa manis dan gurih.

Untuk 4.000 gelas itu, menghabiskan bahan 50 kilogram (kg) cendol, tiga buah nangka, 200 kelapa untuk bahan santan dan 40 kg gula Jawa. Saat dawet dinikmati begitu menyegarkan jika ditambahi dengan es batu. Terutama saat siang hari di musim kemarau kali ini.

”Total pedagang dawet di Desa Bogem memang ada 40 orang. Tetapi yang masuk di paguyuban untuk sementara ini baru 17 orang,” ujar Partisipasi.

Dia mengungkapkan, melalui acara tersebut, pedagang dawet di Bogem berharap selalu diberi kelancaran dalam menjalankan usaha. Di samping itu, mengenalkan dawet Bayat secara luas ke berbagai daerah.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Bogem Sukana mengungkapkan, pemerintah desa mendukung penuh terhadap para pedagang bayet yang merupakan warga. Termasuk menggelar Festival Dawet yang sudah terselenggara untuk keempat kalinya tersebut.

”Memang banyak sekali warga kami yang berjualan dawet. Tapi sifatnya pribadi. Mereka tersebar di berbagai daerah. Paling terkenal di daerah Bogem, Kalasan, Sleman. Mereka yang berjualan memang orang Bogem asli Bayat sini,” ujar Sukana. (ren/adi)

 

Editor : Adi Pras
#gunungkidul #jogja #klaten #sleman #solo #bayat #yatim piatu #wonogiri #sound system #Es Dawet