RADARSOLO.COM - Hujan deras disertai angin lisus melanda wilayah Kecamatan Karanganom, Klaten, Senin (14/10) pukul 15.00. Akibatnya, sejumlah pohon tumbang hingga atap rumah terbang menyangkut kabel listrik.
Salah seorang warga Desa Troso, Kecamatan Karanganom, Khotijah, 38, mengatakan, setelah selesai salat Ashar, dia melihat anaknya menunjuk ke arah pohon pisang yang tumbang. Tak lama kemudian, dia melihat angin berputar dengan kencang di sekitar rumahnya.
“Makanya itu, saya minta anak untuk masuk ke rumah. Tapi ternyata atapnya terbang. Anak saya yang satunya yang sedang tidur langsung saya angkat untuk berlindung,” ujar Khotijah, Senin (14/10).
Khotijah mengungkapkan, atap rumahnya yang terbang itu terbuat dari galvalum sebenarnya bagian dari bangunan baru. Setelah kejadian itu, rumah yang ditempatinya tidak memiliki atap sama sekali.
“Belum tahu ini, nanti mau menginap di mana. Bisa di rumah tetangga atau saudara yang lain. Kalau rumah ini dihuni lima orang. Saya, suami dan anak tiga,” ujar Khotijah.
Warga Desa Troso lainnya, Kelik, 52, menambahkan, hembusan angin begitu kencang. Bahkan hingga membuat atap rumah milik Khotijah langsung menyingkap hingga terbang tersapu angin.
“Hujan sama anginnya tadi kencang sekali. Listrik langsung mati. Warga tidak ada yang berani evakuasi karena ada aliran listriknya,” ujar Kelik.
Kelik mengungkapkan, tersangkutnya galvalum ke kabel listrik itu membuat ruas Jalan Penggung-Jatinom ditutup total. Mengingat dilakukan proses evakuasi terhadap galvalum tersebut sehingga arus kendaraan dialihkan jalur alternatif.
Kapolsek Karanganom AKP Panut Haryono menjelaskan, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon bertumbangan di beberapa titik di wilayah Karanganom. Termasuk beberapa warung tenda di pinggir jalan yang roboh.
“Akibat kejadian itu, di beberapa jalur sempat mengakibatkan mengganggu arus lalu lintas. Kami laksanakan evakuasi terhadap pohon yang melintang bersama relawan. Hingga akhirnya ruas jalan dapat dilalui,” jelas Panut.
AKP Panut menjelaskan, wilayah yang terdampak di Desa Karanganom, Karangan, Kadirejo, Troso, Blanceran dan Jurangjero. Total ada enam desa di wilayah Karanganom yang terdampak.
“Paling parah di Desa Troso ini, karena atap warga yang terangkat sampai sejauh 50 meter hingga 100 meter,” ujar Panut.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedarutan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Anjung Darojati Nuruzzaman menjelaskan, kejadian hujan deras disertai angin kencang pada Senin (14/10) menimpa di empat kecamatan yakni Trucuk, Ceper, Karanganom dan Ngawen.
“Dari data sementara yang kami terima ada 12 desa yang terdampak. Sampai dengan saat ini dari pendataan yang kami lakukan tidak ada korban jiwa baik luka berat maupun luka ringan,” ujar Anjung.
Anjung mengungkapkan, dampak dari hujan deras disertai angin kencang yakni terdapat beberapa pohon yang tumbang hingga menutup ruas jalan. Kemudian menimpa sarana prasarana milik PLN sehingga ada pemadaman listrik.
“Begitu juga ada beberapa rumah yang terdampak hingga atapnya roboh dan terbang serta sebagainnya. Ini masih terus kami lakukan pendataan terkait jumlah rumah milik warga yang terdampak,” ujar Anjung.
Anjung mengungkapkan, untuk penanganan sudah mengerahkan para relawan dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Klaten. Begitu juga meminta bantuan dari Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk memotong atap galvalume yang menyangkut di kabel listrik.
“Saya imbau kepada masyarakat Klaten, karena ini memasuki musim pancaroba untuk bisa meningkatkan kewaspadaan. Terutama dengan mengadakan pengurangan resiko bencana, baik pemotongan pohon yang sekiranya sudah terlalu tinggi dan lapuk. Termasuk memperhatikan saluran air di sekitar rumah sehingga ketika terjadi hujan tidak menyebabkan banjir,” ujar Anjung. (ren/bun)
Editor : Kabun Triyatno