RADARSOLO.COM – Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) ke-XVII di Kota Solo telah resmi ditutup Minggu (13/10/2024). Kontingen Jawa Tengah (Jateng) keluar sebagai juara umum dengan perolehan 161 emas, 121 perah dan 124 perunggu.
Dari total perolehan tersebut, atlet asal Kabupaten Klaten mampu menyumbang 39 medali untuk kontingen Jateng. Terdiri dari 11 emas, 12 perak, dan 16 perunggu yang berasal dari berbagai cabang olahraga.
Ketua National Paralympic Committee (NPC) Klaten Sri Mulyo menjelaskan, beberapa hari terakhir jelang penutupan Peparnas, atlet asal Klaten masih mampu mendulang medali untuk kontingen Jateng.
”Tambahan medali dari anggar kursi roda sebanyak tiga medali emas. Satu medali emas dari cabang olahraga boccia serta satu medali emas dan satu medali perak dari cabang para panahan,” ujar Sri Mulyo, Senin (14/10/2024).
Lebih lanjut, atlet Klaten juga menyumbang satu perak dan satu perunggu dari cabang olahraga para atletik. Begitu juga pada cabang para menembak menyumbang satu medali perunggu. Pada cabang Sepak Bola Cerebal Palsy (CP) juga menyumbang satu medali perak.
”Ini memang capaian yang sangat luar biasa sekali. Terutama para atlet dan pengurus yang selalu mengikutsertakan dalam kegiatan seleksi sehingga atlet Klaten bisa lolos dan bergabung dengan kontingen Jawa Tengah,” imbuh Sri Mulyo.
Dia mengungkapkan, sumbangan medali atlet asal Klaten untuk Jateng lebih banyak dibandingkan dengan Peparnas XVI di Papua yang digelar pada 2021. Saat itu, atlet dari Klaten mampu menyumbang lima medali emas, delapan perak, dan tujuh perunggu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono mengapresiasi raihan medali dari atlet Klaten dalam Peparnas ke- XVII di Kota Solo untuk kontingen Jateng.
”Ini kan sebuah prestasi yang harus diberikan penghargaan. Harapannya atlet-atlet kita biar termotivasi. Atlet-atlet Klaten luar biasa, dari 161 emas yang diraih Jateng, ada 11 emas yang disumbang atlet Klaten,” ujar Jajang. (ren/adi)
Editor : Adi Pras