Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dukung Pengembangan Pariwisata Berkualitas di Prambanan Klaten, PT TWC dan AP 1 Yogyakarta Gelar Pelatihan Pelayanan Prima bagi Pelaku Wisata

Angga Purenda • Jumat, 18 Oktober 2024 | 02:23 WIB
Pelatihan bertajuk InJourney Hospitality House (IHH) yang berlangsung pada 15-17 Oktober 2024 di Joglo Plaosan, Desa Bugisan, Prambanan, Klaten.
Pelatihan bertajuk InJourney Hospitality House (IHH) yang berlangsung pada 15-17 Oktober 2024 di Joglo Plaosan, Desa Bugisan, Prambanan, Klaten.

RADARSOLO.COM- PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko berkolaborasi dengan PT Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Yogyakarta menyelanggarakan pelatihan pelayanan prima bagi pelaku wisata di Kecamatan Prambanan, Klaten.

Pelatihan bertajuk InJourney Hospitality House (IHH) itu berlangsung pada 15-17 Oktober 2024 di Joglo Plaosan, Desa Bugisan, Prambanan, Klaten.

Diikuti 120 peserta yang terdiri dari pedagang dan pelaku wisata di kawasan Taman Wisata Candi Prambanan. Begitu juga pelaku UMKM, perangkat desa.

Ada pula anggota BUMDes dan anggota PKK dari empat desa di Kecamatan Prambanan, Klaten. Meliputi Desa Bugisan, Pereng, Kebondalem Kidul dan Tlogo.

Para peserta diberikan materi teori serta Pratik yang berkaitan dengan mindset hospitality, cara komunikasi efektif dan menanamkan kebiasaan rapi dan bersih.

Termasuk cara bersikap serta membangun sikap mental positif untuk menghadirkan pelayanan prima.

Corporate Secretary Group Head PT TWC Ryan Sakti menjelaskan, pelatihan itu bertujuan melatih keterampilan pelayanan dengan keramahtamahan khas kepada pelaku wisata lokal.

Sekaligus untuk mengakselerasi perkembangan ekosistem pariwisata berkualitas di kawasan Prambanan, Klaten.

“Pelatihan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) perusahaan untuk ikut serta berperan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku usaha bidang pariwisata. Tentunya yang berpengaruh kepada keberlanjutan ekosisten pariwisata lokal di kawasan Prambanan,” ujar Ryan.

Menurut dia, Pemerintah Indonesia saat ini telah memberikan perhatian khusus pada sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi.

Diharapkan dapat menciptakan manfaat ekonomi besar. Hal itu perlu ditopang dengan peningkatan sumber daya manusia sebagai poin uama pengembangan pariwisata berkualitas di Indonesia.

Sementara IHH, merupakan ruang untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi diri dan potensi masing-masing individu.

Baca Juga: Lewat Festival Candi Kembar, Bupati Klaten Dorong Pengembangan Desa Wisata Bugisan Prambanan

IHH yang menjaring para pelaku wisata maupun UMKM dalam satu wadah pertemuan juga diharapkan bisa menumbuhkan ruang kolaborasi antar berbagai pihak.

Termasuk turut meningkatkan taraf hidup dan perekonomian ekosistem pariwisata di Prambanan.

“Melalui pelibatan seluruh pemangku kepentingan, kita bisa saling tahu apa yang bisa didukung. Semoga, kolaborasi memajukan pariwisata khususnya di Prambanan ini bisa ditingkatkan dan meningkatkan taraf hidup yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Ryan.

Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten Dwi Murwanto menjelaskan, melalui Perpres Nomor 88 Tahun 2024, Kecamatan Prambanan masuk dalam pengembangan pariwisata di destinasi pariwisata nasional Borobudur-Yogyakarta-Prambanan.

“Sebagai pintu masuknya wisatawan dari Jawa Tengah menuju Yogyakarta, Prambanan merupakan kawasan startegis yang memiliki banyak potensi wisata. Terutama situs cagar budaya yang ada di dalamnya,” ujar Dwi

Dwi berharap, melalui upaya kolaboratif antara pemerintah daerah dengan BUMN tersebut dapat meningkatkan pariwisata di Prambanan.

Harapannya pariwisata bisa semakin maju yang berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Prambanan.

peserta yang terdiri dari pedagang dan Peserta pelatihan yang terdiri dari pelaku wisata di kawasan Taman Wisata Candi Prambanan, pelaku UMKM, dan perangkat desa.
peserta yang terdiri dari pedagang dan Peserta pelatihan yang terdiri dari pelaku wisata di kawasan Taman Wisata Candi Prambanan, pelaku UMKM, dan perangkat desa.

Stakeholder Relation Department Division Head Yogyakarta International Airport Ike Yutiane mengatakan, IHH juga mendorong komunikasi intens, kolaborasi dan keterlibatan berbagai pihak.

Guna mendukung ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Tentunya program ini bisa membantu memberikan kontribusi dari perusahaan untuk mendorong pengembangan SDM pariwisata yang dibutuhkan. Untuk menghadirkan pelayanan prima di destinasi wisata,” ujarnya.

Kepala Desa Bugisan Heru Nugroho berharap, kegiatan pelatihan tersebut bisa berkelanjutan.

Terutama untuk mendukung perkembangan destinasi wisata yang dikelola oleh masing-masing desa di sekitar Candi Prambanan.

“Melalui kegiatan ini, kami harapkan peserta bisa memahamai bagaimana menerima tamu dengan ramah tamah dan pelayanan yang baik,” tutur Heru.

“Semoga setiap peserta bisa mempraktikan ilmunya sehingga bisa memberikan kesan mendalam bagi wisatan dan memberikan dampak positif terhadap pengembangan ekonomi desa sekitar,” imbuhnya.

Pengembangan destinasi pariwisata nasional Borobudur-Yogyakarta-Prambanan dilakukan dengan pendekatan holistik dan integrative.

Diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Sekaligus mendorong perkembangan destinasi pariwisata di wilatah sekitar.

“Menjadikan peluang pendapatan dan pekerjaan bagi masyarakat sekitar semakin terbuka luas dan dapat menciptakan manfaat ekonomi besar,” ucap Heru.

“Hal ini perlu ditopang dengan peningkatan sumber daya manusia sebagai poin utama pengembangan pariwisata berkualitas di Indonesia,” pungkasnya. (ren/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#prambanan #ap 1 yogyakarta #PT TWC Borobudur #klaten #pariwisata