RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten terus berupaya menurunkan angka kemiskinan.
Salah satunya dengan menggelar rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan pada Kamis (17/10/2024) untuk menentukan kebijakan strategis yang akan diambil.
Rakor itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono serta diikuti organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten, Badan Pusat Statistik (BPS) dan dunia usaha.
Bupati Klaten Sri Mulyani menargetkan angka kemiskinan Klaten menjadi 10 persen di 2026.
Berdasarkan data dari BPS Klaten, angka kemiskinan Klaten menurun sebesar 0,24 poin dari 12, 28 persen pada Maret 2023 menjadi 12,04 persen pada Maret 2024.
Dari jumlah penduduk miskin sebanyak 144.430 jiwa pada Maret 2023 menjadi 141.840 jiwa pada Maret 2024.
Dari data BPS tersebut, menunjukan sebanyak 2.590 jiwa di Klaten sudah tidak miskin lagi pada tahun ini.
Bupati Klaten Sri Mulyani mengapresiasi capaian penurunan angka kemiskinan tersebut meski belum signifikan.
”Tetapi ada penurunan dari 12,28 persen menjadi 12,04 persen, sehingga ada penurunan 0,24 persen. Jadi ini patut kami syukuri. Sekaligus menjadi evaluasi bagi kami dan OPD terkait, mengenai bagaimana langkah strategis menurunkan angka kemiskinan. Dimana target di 2026, untuk angka kemiskinan Klaten menjadi 10 persen,” ujar Sri Mulyani, Kamis (17/10/2024).
Mulyani mengungkapkan, menurunnya angka kemiskinan itu karena banyaknya program dan kegiatan dari berbagai OPD terkait.
Seperti dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) lewat RTLH, Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui jambanisasi hingga berbagai bantuan sosial.
Lebih lanjut, Mulyani mengungkapkan, untuk tahun depan, angka kemiskinan ditargetkan menurun menjadi 11 persen.
Hingga akhirnya bisa mencapai 10 persen di 2026. Tentunya Pemkab Klaten akan menggandeng pemerintah desa dan dunia usaha. (ren/adi)
Editor : Adi Pras