Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

DBD di Klaten Tembus 1.146 Kasus, Dinkes Minta Warga Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk di Lingkungan Rumah

Angga Purenda • Rabu, 13 November 2024 | 22:18 WIB
Petugas Jumantik Dinkes Klaten mengecek tempat penampungan air warga. (Angga Purenda/Radar Solo)
Petugas Jumantik Dinkes Klaten mengecek tempat penampungan air warga. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Kasus demam berdarah dengue (DBD) tengah menjadi perhatian dari jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten.

Mengingat hingga saat ini terdapat 1.146 kasus DBD. Dari jumlah kasus itu, sebanyak 31 orang meninggal dunia.

Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto meminta warga untuk rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Terutama di sekitar tempat tinggal, untuk memastikan tidak ada tempat berkembangnya nyamuk aedes aegypti. Apalagi saat ini telah memasuki masa pancaroba dengan hujan intensitas sedang.

“Untuk jumlah kasus itu lebih banyak tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Sedangkan untuk kasus kematian didominasi oleh anak-anak,” ujar Anggit saat ditemui di Pemkab Klaten, Rabu (12/11/2024).

Lebih lanjut, Anggit menjelaskan, untuk pola penularan kasus DBD pada tahun ini dinilai lebih ganas.

Mengingat ada temuan transmisi transovarial virus dengue di Klaten dari sebelumnya penularan melalui nyamuk menggigit orang yang sudah terinfeksi virus dengue. Kemudian menyebarkan orang lain.

“Saat ini jentik nyamuk sudah memiliki virus dengue. Pada tahun ini sudah ditemukan hal itu. Jadi ini sangat berisiko penularannya. Dikarenakan puluhan nyamuk itu jumlah jentiknya bisa mencapai ratusan ribu,” tambah Anggit.

Guna menekan perkembangan nyamuk, maka dinkes terus mengimbau agar warga melakukan upaya PSN.

Bisa dimulai dari lingkungan rumah dengan mengecek pada bak-bak penampungan air. Begitu juga tempat yang berpotensi menjadi genangan air, untuk memastikan tidak ada jentik nyamuk.

Anggit memastikan, Klaten sudah terbentuk juru pemantuan jentik (Jumantik). Tak hanya pada level desa saja, bahkan Jumantik sudah terbentuk di tingkat keluarga. Meski begitu, diakuinya hingga kini pelaporan kegiatan dari para jumantik itu belum maksimal.

“Saya harapkan kegiatan PSN itu menjadi kebiasaan yang dilakukan rutin kapan pun. Disamping tetap memperhatikan berbagai gejala pada tubuh yang mengarah pada DBD,” ujar Anggit.

Dirinya meminta warga yang mengalami demam, terlebih lagi sudah memasuki hari kedua untuk segera dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat. Apabila diperlukan, petugas kesehatan di tingkat puskesmas melakukan pemeriksaan laboratorium. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#PSN #dinas kesehatan #pemberantasan sarang nyamuk #klaten #demam #Demam berarah dengue #Dinkes Klaten