RADARSOLO.COM – Ekowisata Kali Talang yang masuk kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten ramai dikunjungi dalam beberapa bulan terakhir.
Mulai dari aktivitas tracking hingga camping dengan pemandangan puncak Gunung Merapi yang berjarak sekira 4 kilometer (km).
Tetapi mulai Rabu (4/12/2024) harga tiket masuk ke Ekowisata Kali Talang diterapkan penarikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Dari sebelumnya hanya membayar Rp 5.000 saja kepada pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Balerante, kini terdapat tambahan tiket PNBP saat pengunjung memasuki kawasan TNGM.
Kepala Seksi Pengelolaan TNGM Wilayah 2 Ruky Umaya mengungkapkan penarikan PNBP itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang berlaku pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
”Jadi bagi wisatawan umum yang hendak masuk ke Ekowisata Kali Talang membayar Rp 10.000 per orang. Ditambah Rp 2.000 untuk asuransi. Tetapi kalau untuk mahasiswa dan pelajar yang masuk rombongan minimal lima orang menjadi Rp 5.000 per orang, juga ditambah asuransi. Itu harga tiket di hari biasa,” ujar Ruky saat ditemui Radarsolo.com di loket Ekowisata Kali Talang, Rabu (4/12/2024).
Sedangkan untuk harga tiket masuk ke Ekowisata Kali Talang saat akhir pekan maupun libur nasional untuk wisatawan umum menjadi Rp 15.000 per orang.
Untuk mahasiswa dan pelajar dengan rombongan minimal lima orang menjadi Rp 7.500 per orang. Sementara untuk wisatawan mancanegara baik hari biasa maupun akhir pekan dikenai tiket masuk sebesar Rp 150.000 per orang.
Untuk tiket masuk tersebut, pada hari yang sama juga berlaku di objek wisata pada kawasan TNGM.
Jadi wisatawan tidak harus membayar lagi, melainkan cukup menunjukan tiket masuk kepada petugas. Terutama saat berwisata di Deles Indah (Klaten), Jurang Jero (Magelang) Tlogo Muncar dan Plunyon Kalikuning (Sleman).
”Jadi kami menerapkan ini bukan karena Ekowisata Kali Talang ini lagi ramai. Tapi sudah diawali dari akhir tahun lalu yang kesepakatannya dengan masyarakat Balerante. Jadi awal 2024 dilakukan perencanaan dan pada Agustus 2024 dilakukan penataan di dalam kawasan TNGM,” ujar Ruky. (ren/adi)
Editor : Adi Pras