Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pasca Diterjang Banjir, Ini Kondisi Terkini Kantor Desa Kragilan di Perbatasan Klaten-Gunungkidul

Angga Purenda • Minggu, 8 Desember 2024 | 17:57 WIB
Kondisi halaman kantor Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten yang terendam banjir, Minggu (8/12/2024). (Angga Purenda/Radar Solo)
Kondisi halaman kantor Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten yang terendam banjir, Minggu (8/12/2024). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Kantor Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten menjadi salah satu bangunan yang terdampak banjir yang terjadi pada Sabtu (7/12/2024) malam.

Hingga Minggu (8/12/2024) pagi, halaman kantor desa masih tergenang air setinggi 10 cm - 15 cm.

Banjir yang terjadi di wilayah Kragilan itu akibat tanggul Sungai Avur yang berbatasan langsung dengan Gunungkidul, DIY yang berada di belakang kantor desa jebol sepanjang 15 meter.

Hal itu menyebabkan air mengalir deras ke arah halaman kantor desa hingga permukiman.

Guna mengantisipasi banjir susulan, Pemerintah Kecamatan Gantiwarno bersama pemerintah desa, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Polri, TNI dan relawan bahu membahu membuat tanggul sementara dari karung berisi pasir serta diperkuar dengan bronjong kawat.

"Pagi ini kami melakukan gotong-royong dengan melibatkan warga, relawan dan seluruh pihak. Untuk halaman di kantor desa masih tergenang karena air terus mengalir. Maka itu, pembuatan tanggul sementara ini harus diselesaikan hari ini," ujar Kasi Tantrib Pemerintah Kecamatan Gantiwarno Eka Susisanti kepada Radarsolo.com, Minggu (8/12/2024).

Kepala Desa Kragilan Suraji menyebut jebolnya tanggul sungai Avur di belakang kantor desa itu karena derasnya air dari wilayah Gunungkidul.

Maka itu, perlu dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dan berwenang untuk mengantisipasi jebolnya kembali tanggul sungai.

"Padahal ya sudah dua lapis tanggulnya. Tapi ya tetap jebol juga," ujar Suraji.

Lebih lanjut, Suraji mengungkapkan jebolnya tanggul sungai itu juga dipicu oleh adanya bangunan di atas aliran pada salah sekolah di Gantiwarno.

Hal itu menyebabkan sedimentasi di bawah banguna sulit dibersihkan sehingga menghambat aliran air. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#genangan #tni #gunungkidul #bbwsbs #klaten #Gantiwarno #polri #banjir #bpbd