Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dalang Kondang Ki Warseno Slenk Dimakamkan di Klaten, Ini Pesan yang Disampaikan Almarhum untuk Putranya

Angga Purenda • Jumat, 13 Desember 2024 | 00:08 WIB
Keluarga dari almarhum Ki Warseno Slenk saat berada di Permakaman Padepokan, Desa Juwiring, Kecamatan Juwiring, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Keluarga dari almarhum Ki Warseno Slenk saat berada di Permakaman Padepokan, Desa Juwiring, Kecamatan Juwiring, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Jenazah dalang kondang Ki Warseno Slenk dimakamkan di Permakaman Padepokan, Desa Juwiring, Kecamatan Juwiring, Klaten pada Kamis (12/12/2024) siang. Tampak ratusan warga yang menunggu datangnya jenazah sang dalang untuk dimakamkan.

Jenazah Ki Warseno Slenk dimakamkan pada makam keluarga di dekat pusara kedua orang tuanya, Sadiyun dan Sawini. Memang pada satu cungkup makam keluarga selain makam bapak dan ibu dari Ki Warseno Slenk. Begitu juga juga kerabat lainnya.

Sebelum meninggal, Ki Warseno Slenk menyampaikan pesan kepada putra bungsunya yang juga menjadi dalang Amar Pradopo.

Amar mengungkapkan, jika sang ayah selalu berpesan kepadanya ketika pementasan dimana pun berada untuk menggaungkan nilai-nilai Pancasila.

”Bapak semboyannya Pancasila itu pemersatu bangsa. Dimana pun bapak dalang, dimana pun bapak ngisi acara atau seminar, bapak selalu menggaungkan pentingnya mengangkat nilai-nilai Pancasila. Menjadi salah satu pedoman yang harus dimiliki,” ujar Amar saat ditemui di Permakaman Padepokan, Klaten.

Di samping itu, sang ayah juga melatih dirinya untuk bertanggungjawab dengan pekerjaan. Termasuk bertanggungjawab terhadap apa yang sudah dilakukan.

Kedepannya, Amar berjanji akan melanjutkan perjuangan ayahnya dengan terus tampil mendalang. Terlebih lagi dia memang diminta langsung untuk meneruskan seni pertunjukan wayang maupun akademik.

”Bapak itu semboyannya cuma satu. Dalang itu jangan dipandang sebelah mata. Dalang harus punya gelar dan harga diri. Itu yang disampaikan bapak. Terbukti beliau bisa mendapatkan gelar doktor,” ujar Amar.

Dia mengungkapkan, pesan dari sang ayah terkait pentingnya tanggungjawab sebagai seorang seniman yakni dalang. Menurut ayahnya, dalang itu harus menyenangkan semua pihak. Hal itu yang menjadi pembicaraan di hari-hari terakhir dengannya sebelum akhirnya Ki Warseno Slenk meninggal.

”Bapak itu memang jiwanya tidak pernah merasakan sakit ya. Jadi beliau merasakan sakit atau tidak itu, tetap merasakan fit semangat. Kondisi bapak itu sebenarnya membaik, seharusnya hari ini balik pulang. Tapi kehendak Tuhan tidak bisa dipungkiri,” ujar Amar.

Seperti diberitakan, dalang kondang Ki Warseno Slenk meninggal dunia di usia 59 tahun, Kamis (12/12/2024) pukul 04.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Solo. Berdasarkan kabar layu-layu, Dr Ir H Warsina, M.Si atau yang dikenal dengan nama Warseno Slenk meninggalkan seorang istri, Asih Purwaningtyas, dua anak masing-masing Briyan Pandhit dan Amar Pradopo serta seorang menantu dan satu cucu. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#RS PKU Muhammadiyah #ki warseno slenk #klaten #juwiring #nilai-nilai pancasila #jenazah #dalang kondang #amar pradopo